• Pertanyaan:

    Saya berusia 29. Dua tahun belakangan, menjalin hubungan dengan seorang ekspatriat. Perbedaan keyakinan dan budaya rupanya membuat orangtua tidak setuju dengan hubungan ini. Apakah saya harus mengikuti kehendak orangtua untuk berpisah darinya dan mencari yang lebih ‘pasti/jelas’? FYI, ini adalah hubungan asmara pertama dalam hidup saya. – Indah*, Jakarta

    *bukan nama sebenarnya

    Jawaban :

    Dear Indah,
    Hubungan disertai perbedaan keyakinan dan budaya memang masih menjadi  bahan perdebatan di masyarakat kita sampai saat ini. Tetapi saya pikir banyak juga yang menjalani hubungan semacam ini dan ternyata sebagian bisa menjalaninya dengan baik.

    Rasa cinta yang kuat, saling pengertian, saling menghargai dan toleransi antar anggota keluarga menjadi kunci keberhasilan utama.
    Mengenai keberatan keluarga anda,  saya pikir komunikasi efektif  antara anda dengan orang tua  sangat dibutuhkan.

    Pada prinsipnya mereka khawatir dengan bentuk hubungan ini yang memiliki tantangan lebih dalam hal penyesuaian budaya dan kepercayaan.  Keterbukaan anda dan penjelaskan alasan-alasan yang kuat mengapa anda menjalin hubungan ini dengan pacar anda, serta  penjelasan, kesiapan dan pemahaman Anda mengenai konsekuensi positif dan negatif dari hubungan ini kepada mereka, akan  memberikan pandangan baru, menunjukkan anda telah memikirkan hal ini secara matang dan mengurangi kekhawatiran mereka.

    Sebenarnya orang tua hanya menginginkan anaknya bahagia, mereka hanya khawatir dan perlu diyakinkan.
    Selamat mencoba.

  • Pertanyaan:

    Baru saya sadari bahwa pacar saya ternyata matre. Sering di hampir tiap kesempatan, selalu saya yang membayar untuk apa pun. Suatu ketika, dia ingin meminjam uang dalam jumlah lumayan dan saya tolak. Dia marah dan bilang kalau kami ini pacaran, apa yang menjadi milik saya adalah miliknya dan sebaliknya. Bagaimana ya menghadapi lelaki seperti ini?
    (******, Surabaya)

    Jawaban :

    Dear Mbak *********,
    Membangun hubungan baik pacaran maupun pernikahan seperti membangun sebuah perusahaan atau organisasi. Membutuhkan pribadi-pribadi yang memiliki kesamaan visi, budaya, cita-cita dan tujuan. Menggunakan wadah yang sama untuk memperoleh mutual benefit yang saling mengembangkan satu sama lain.
    Apabila salah satu sudah tidak sesuai atau merasa dirugikan, maka organisasi tidak bisa berjalan baik.
    Kembali ke kasus Mbak, cobalah untuk menyampaikan pendapat saling mencintai, kesetaraan dan juga keberatan Mbak. Apabila dia berubah, maka anda bisa melanjutkan dengannya.
    Apabila tidak bisa berubah atau tidak menerima konsep kesetaraan anda, wah baiknya mulai fokuskan pikiran dan rasa anda akan konsep hubungan yang sehat, bahagia, berkelimpahan dan setara. Hal ini akan seperti doa yang akan mendekatkan anda kepada pria-pria yang masih di luar sana yang bisa mencintai, menghormati dan menghargai diri anda sepenuhnya, bukan karena saldo ATM anda :)
    Selamat mencoba.

  • Pertanyaan:

    Saya baru putus dengan seorang laki-laki setelah berhubungan kurang lebih setahun. Usianya lebih muda dan sangat posesif. Alasan saya memutuskannya adalah tidak tahan dengan sifat posesifnya itu karena selama kami jalan bersama, saya dilarang bertemu dengan teman-teman saya, yang perempuan sekalipun. Setelah putus, dia tidak menyerah untuk berusaha kembali dengan cara-cara yang cukup ekstrim seperti mengirimkan surat, menelepon ke rumah tak henti, menanyakan kabar saya lewat teman atau kerabat. Alasan yang dilontarkannya pun pada akhirnya mampu membuat saya merasa bersalah. Bagaimana cara meyakinkan dirinya bahwa saya benar-benar tidak mau kembali lagi? –

    (******, Jakarta)

    Jawaban :

    Hi ******Secara alamiah apa yang kita tolak atau tidak sukai biasanya malah akan selalu hadir dalam kehidupan kita.
    Hal ini terjadi karena saat kita menolak sebuah kejadian disitulah sebenarnya kita meletakkan fokus pikiran kita, tenaga kita dan energy kita.
    Jika saya saat ini mengatakan kepada anda untuk “jangan memikirkan jerapah berwarna merah!” maka jerapah merah itu malah tampak dalam pikiran anda.
    Salah satu cara menghadapi orang posesif adalah dgn tidak memberikan perhatian apapun terhadap semua yang dilakukannya. Cobalah untuk tenang, membiarkan dan mengikhlaskan perilakunya. Beri kesempatan dia untuk melampiaskan egonya tanpa anda harus memberikan energi, fokus dan waktu anda, Memang awalnya sulit untuk tidak terganggu. Tapi usahakan untuk mengalihkan pikiran dan energy anda bagi hal hal lain yg menyenangkan anda. Biarkan dia “bertinju” sendiri, karena tanpa lawan lama kelamaan dia akan lelah, kehabisan energi dan berhenti sendiri.

    Semoga membantu.

     

  • Pertanyaan:

    Saya sedang menjalin hubungan dengan rekan kerja satu kantor. Sejauh ini semua baik-baik saja. Tidak ada gosip atau cerita miring. Mungkin karena kami bisa bersikap profesional dan tidak macam-macam. Masalahnya, belakangan saya justru sedikit bosan dengan ritual yang seperti itu-itu saja, juga kerapnya frekuensi saya dan pasangan bertemu. Bagaimana ya cara mengatasinya?
    (******, Jakarta)

    Jawaban :

    Hi ******Selain banyak hal menyenangkan dalam berpacaran sesama rekan kerja, terkadang ada masanya, terjebak dalam rutinitas karena terlalu seringnya bertemu dan membahas masalah yang sama.
    Untuk menghindari kebosanan, anda dapat menciptakan suasana, games  dan peraturan  yang “berbeda”, romantis dan menyenangkan untuk menyegarkan kualitas rasa hubungan anda.
    Terkadang kita lupa membawa masalah pekerjaan saat bertemu dengannya, sehingga bisa diciptakan peraturan, sebisa mungkin tidak membahas diskusi seputar pekerjaan.
    Menjadikan saat kencan anda menjadi sebuah suasana special, dengan sama-sama mencari ide  segar , bertema khusus dan menyenangkan untuk dijalani bersama.  Misal jalan-jalan ke daerah tua di jakarta, petualangan mencoba makanan khas dan berburu foto suasana yang unik.
    Meluangkan waktu bersama, berpetualang  mencoba belajar hal baru, misal melukis, bermain perkusi, snorkeling, belajar private martial arts singkat untuk couples, yoga, scrapbook, kamera lomo, kursus memasak, dll.
    Dunia ini penuh dengan ide dan hal “indah” untuk diexplore oleh kalian berdua :)
    Jadikan saat kencan dan kebersamaan anda adalah saat yang indah, sakral, berbeda, fun dan romantis.
    Selamat mencoba…

  • Pertanyaan :

    Dear Her World,
    Saya baru putus dengan pasangan ketika hubungan sudah menginjak usia 3 tahun 3 bulan dan sudah merencanakan pernikahan. Masalahnya perbedaan prinsip. Padahal saya sudah bersedia berkompromi untuk masalah tersebut, tapi dia sepertinya tidak mau menunggu sehingga kami pun putus juga. Kalau mengingat itu, terkadang saya berpikir jangan-jangan masalah itu cuma dijadikan alasan saja untuk putus dari saya :( Sekarang, bagaimana cara supaya saya bisa moving on dan melupakan mantan tersebut?
    D****y, Jakarta

    Jawaban :

    Putus dari seseorang yang telah sangat dekat dan sempat memiliki mimpi bersama akan sangat berpengaruh besar bagi anda.
    Namun yang paling penting adalah melupakan masa lalu dan meraih kembali kebahagiaan anda untuk saat ini dan kedepan.
    Untuk melupakan hal ini, ada beberapa tips;
    1. Menerima kondisi ini dengan kesadaran, bahwa akan ada hikmah positif bagi anda dibalik peristiwa ini.
    2. Sebaiknya anda berada bersama orang-orang yang sangat mengasihi dan memahami kondisi anda saat ini.
    3. Menjauhkan anda dari semua hal yang dapat membawa kembali pikiran anda ke mantan pasangan (barang-barang dia, album photo, lagu, twitter, bbm, facebook, etc).
    4. Mencari kegiatan positif yang bisa membantu mengalihkan perhatian anda (always find a better feeling).
    5. Tetap menjaga pola makan dan istirahat. Badan yang sehat akan membantu anda lebih kuat secara mental dan emosional dalam menghadapi situasi ini.

    Semoga membantu.

  • Pertanyaan:

    Perkenalkan nama saya yyyy, saat ini saya berkerja sebagai karyawan dibidang Tax Consultant.

    Saya sudah beberapa kali berpacaran dan itu sudah ditahap yang cukup serius, tetapi kandas juga. Entah kenapa di dalam diri saya ini, sepertinya tidak yakin dengan pasangan saya, dan untuk dapat melanjutkan dalam hubungan yang lebih sakral, sering kali saya merasa banyak kekurangan dalam diri saya. Dan ada banyak pertanyaan “Apakah saya bisa menjalin hubungan ini dengan baik setelah menikah dengan dia”. Saya mulai menyadari keseriusan pasangan saya, ketika dia datang tiba-tiba untuk melamar saya.

    Saya pernah sharing ke teman terdekat maupun orang yang tidak saya kenal, kenapa mereka gampang sekali untuk menyatakan “Ya” untuk menikah. Dan jawab mereka “karna Cinta dan mau tunggu kapan lagi untuk menikah kalo sudah ada ya sudah, mungkin itu jodoh saya”. Kebetulan salah satu teman karib saya juga telah menikah tetapi gagal (bercerai), dan itu membuat saya takut akan terjadinya perceraian, dan dalam diri saya berkomitmen untuk menikah itu hanya sekali.

    Dan ada beberapa lagi yang membuat saya tidak yakin akan pasangan saya ini, yaitu apakah dia mampu dan mau menerima keluarga saya apa adanya dan mencintai keluarga saya. Saya pernah bertanya seperti itu juga, dan dia menjawab “dari awal saya cinta saya dan juga telah menerima kamu apa adanya“. Tapi didalam diri saya kembali lagi masih belum nyakin apakah dia jodoh saya, saya sudah berdoa dan puasa untuk masalah yang saya hadapai. Tetapi saya belum mendapatkan jawabannya.

    Demikianlah cerita ini saya buat, saya sangat membutuhkan jalan keluar dalam permasalahan saya dalam ketidakyakinan saya akan pasangan saya, untuk menuju ke dalam sebuah pernikahan.

    Atas waktu dan perhatiannya saya ucapakan banyak terima kasih.

    Jawaban :

    Dear Mbak yyyy,
    Henry Ford pernah berkata, “apabila anda pikir bisa maka anda benar, apabila anda berpikir tidak bisa, maka anda juga benar“.
    Sebenarnya kita sendiri  yang menciptakan realita dalam panggung sandiwara  dunia ini.
    Realita ada didalam pikiran, disanalah kita membentuk dunia seindah atau seburuk yang kita pikirkan.
    Sang Budha pernah berkata, “What you think, you become“.
    Saat kita lebih banyak menginvestasikan pikiran dan perasaan kita pada rasa khawatir, takut dan ragu, maka peristiwa yang selaras dengan rasa di atas itulah akan datang kepada kita. Itu semua seperti sebuah serangkaian doa yang tidak kita sadari.  Sungguh sayang apabila kita tetap berada dalam stage ini.

    Apabila dari cerita Mbak, saya pikir pasangan anda sudah mencintai anda dan  menerima keluarga anda.

    Saran saya,  Mulailah melihat dunia dari perspektif lain yang lebih optimis, dimulai dengan mencintai diri anda seutuhnya.
    Bagaimana kita bisa memberikan cinta dan kepercayaan kepada orang lain, apabila kita sendiri memiliki keterbasan cinta dan kepercayaan pada diri kita.

    Be happy, focus on what you want, jalani hidup dengan apa yang membuat Mbak bahagia saat ini.
    Sukses ya….


  • Question:

    Saya seorang gadis yang saat ini jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan pria beristri. Bagi dia saat ini adalah pernikahan keduanya.  Dia mengaku berada dalam kondisi kejenuhan pernikahan. Saya sangat mencintainya dan berniat meneruskan hubungan. Tapi saya khawatir jika nanti saya menikah dengannya dia akan jatuh cinta dengan wanita lain lagi dan meninggalkan saya. Bagaimana cara saya untuk mengetahui keseriusannya?

    Terima kasih.


    Jawaban :

    Kadang kita merasa “cinta” terhadap seseorang padahal sebenarnya hanya sebuah rasa kemelekatan (attachment) dan kebutuhan.  Dalam Cinta yang sejati tidak ada perasaan cemburu dan khawatir. Yang ada hanya rasa aman dan kasih sayang. Bahagia melihat pasangan kita bahagia.

    Hidup adalah pilihan jika anda merasa benar benar cinta, silahkan anda menjalin hubungan dan menerima  segala resikonya dengan kasih sayang. Jika anda sebenarnya hanya membutuhkan dia untuk memberi rasa bahagia bagi anda, sebaiknya lupakan saja, karena perasaan yg anda miliki hanya permainan pikiran di otak anda.

    Berpikir positip bisa mengubah cairan kimia di otak yang mempengaruhi perasaan anda.

    Bahagia sejati datang dari dalam diri dan sesuai hukum “Law of attraction” saat anda bahagia anda akan menarik pria yang akan membahagiakan anda juga, menarik pria yang bijaksana  yang tidak akan mengeluh dan jenuh nantinya terhadap pernikahannya dengan anda.

  • WHAT A MAN WANTS

    Herworld Magazine , Aug 2010 – relationship feature

    “Saya belum dilamar juga. Kurang saya apa?” Temukan jawaban pertanyaan tadi bersama ELFIDA dan FERRY FIBRIANDANI.

    Di edisi Juli kemarin, her world membahas perempuan-perempuan single pada usia yang menurut pandangan masyarakat sudah sepantasnya untuk berkeluarga. Kecuali pilihan hidup, rata-rata dari mereka mengemukakan alasan bahwa kondisi tersebut dikarenakan belum bertemu seseorang yang tepat, meski mungkin sedang menggandeng pasangan (baca: pacar).

    Sekarang, memiliki kekasih tampaknya bukan lagi jaminan Anda akan dilamar, berakhir di pelaminan, dan menyandang status baru, yaitu seorang nyonya. Semakin banyak Mr. Picky-juga Mrs. Picky-di luar sana. Seorang teman sampai harus memutar otak bagaimana menggiring pasangan yang sudah bersamanya selama sekitar lima tahun, untuk masuk dalam zona obrolan soal lamaran. Itu baru obrolan lho, perwujudannya entah butuh waktu berapa lama lagi. Sementara, tidak sedikit yang saya saksikan, menghabiskan waktu singkat saja sebelum akhirnya menikah.

    Kalau meributkan quote laki-laki takut akan komitmen pernikahan, siapa bilang gejala ini tidak ada di kaum perempuan. Tapi tulisan ini tentunya bukan mengenai mereka. Nah, perempuan-perempuan yang menanti untuk segera dilamar pun jadi sibuk bertanya-tanya, kriteria ideal apa sih yang harus dimiliki supaya pasangan tidak ragu lagi memilih mereka sebagai istri? Kenapa saya berani bilang begitu? Karena pertanyaan-pertanyaan sejenis maupun nyerempet, sering diterima redaksi untuk artikel Ask the Manalyst. Yang pada akhirnya, membuat salah satu narasumber pengasuh artikel tersebut, Ferry Fibriandani, penasaran dan melakukan survey. Dilakukan kepada 102 orang responden laki-laki berusia 25-40, single maupun sudah menikah dan berdomisili di Jakarta, diharapkan hasil survey ini dapat menjawab rasa penasaran kaum perempuan.

    Sebelum menyebar kuesioner, Ferry terlebih dulu melakukan focus group discussion untuk menentukan kriteria apa saja yang akan dicantumkan di dalamnya. Diperoleh 10 kriteria, yaitu: penampilan fisik, dewasa, pintar, dapat dipercaya, hormat dan menghargai, penuh pengertian, selera humor, mandiri (secara financial dan aktifitas hidup sehari-hari), mengurus dan memanjakan, dan terakhir membuat laki-laki merasa dibutuhkan. Para responden akan menilai ke-10 kriteria tadi dalam skala mulai dari sangat tidak penting, tidak penting, biasa saja, penting, sampai sangat penting. Focus group discussion juga dilakukan untuk memilih bahan pertanyaan dan dasar survey. Basic ilmu statistik dipakai untuk menentukan syarat kecukupan data, tingkat kepercayaan, dan tingkat ketelitian. Berikut hasil yang diperoleh dari survey, berurutan dari kriteria kurang populer sampai yang paling hits!

    10. MANDIRI > 10%

    Hasil di atas mengejutkan saya. Begini, saya mengira bahwa kriteria mandiri akan masuk top 5. Kebanyakan keluhan laki-laki zaman sekarang yang saya dengar “Susah menghidupi keluarga terutama di Jakarta, kalau perempuan tidak bekerja.” Tapi ternyata, hasil survey justru berkata sebaliknya. Tidak harus menjadi perempuan karier untuk dilamar, namun kalau Anda berkarier ya tidak ada salahnya juga. Mbing* (36) yang berprofesi sebagai seorang desainer grafis berujar, “Dalam keluarga, urusan finansial adalah tugas laki-laki. Perempuan lebih kepada sisi non-materi”. Arie Handika, seorang product manager di sebuah perusahaan telekomunikasi yang berusia 28 tahun pun setuju. Menurutnya, biarkan laki-laki mengurus masalah finansial supaya bisa menjelma menjadi sosok pahlawan dalam keluarga.

    9. SELERA HUMOR >17%

    Siapa yang menyangka bahwa selera humor akan berada di dua terbawah. Saya berseloroh dengan Ferry, Wah, ternyata perempuan lucu enggak laku di Jakarta.” Menurut Benni Imam, seorang wiraswasta berusia 37 tahun, selera humor merupakan hal yang tidak mutlak harus ditonjolkan oleh seorang perempuan karena cenderung menunjukkan bahwa ia tidak serius. Namun berbeda dengan Arie, dia termasuk dari 17% yang memilih selera humor sebagai kriteria sangat penting. “Bikin joke itu butuh energi lho, jadi kalau pasangan enggak ngerti bercandanya saya, wah rasanya seperti buang-buang energi saja,” jelasnya yang langsung saya sambut dengan tawa.

    8. PENAMPILAN FISIK >19%

    Saya juga kaget mendapati kriteria di atas berada di bottom three dari hasil survey. Arie bilang, penampilan fisik itu penting, tapi bukan kebutuhan. Dedi (36), seorang wiraswasta yang bergerak di bidang pertambangan batubara menyebutkan, “Memang, tidak ada laki-laki yang tidak mau pasangannya tampil menarik, tapi ada yang lebih penting dari sekadar penampilan fisik.” Ihsan (30), laki-laki yang bekerja di bidang mobile internet application pun berpendapat bahwa penampilan fisik seorang perempuan untuk screening pas pertemuan pertama saja. Dengan bijaknya, Mbing menambahkan bahwa yang terpenting mengenai fisik seorang perempuan adalah kemampuan mereka menghargainya. Tak mau kalah, Benni pun berujar bahwa yang terpenting adalah rasa percaya diri. “Dengan percaya diri, perempuan akan mampu menempatkan dirinya dengan baik di segala kesempatan,” katanya.

    7. MENGURUS & MEMANJAKAN >23%

    Ini kriteria paling penting yang akan saya pilih, seandainya saya seorang laki-laki. Tapi menurut Benni sih, tidak semua laki-laki senang dimanja. “Perempuan yang senang memanjakan pasangan, ujung-ujungnya berubah menjadi sosok posesif, atau ada maunya hahaha,” sambungnya.

    6. PINTAR >25%

    Perempuan pintar dapat memberi motivasi kepada laki-laki supaya lebih pintar, itu pendapat Benni. Sementara Mbing menilai kategori ini dengan lebih serius. Katanya, secara akademis perempuan justru harus lebih pintar dibanding laki-laki. Hal ini disebabkan tugasnya dalam mendidik anak-anak. “Perempuan harus siap menjadi manajer multitalenta. Pekerjaan di rumah itu lebih ribet daripada di kantor lho,” tambahnya.

    5. MEMBUAT LAKI-LAKI MERASA DIBUTUHKAN >25%

    Top 5 hasil survey diawali dengan kriteria di atas. Laki-laki senang merasa dibutuhkan karena itu berkaitan dengan egonya. Namun hati-hati, ada kondisi-kondisi tertentu di mana mereka akan bangga karena merasa dibutuhkan atau dapat diandalkan oleh pasangan. Kondisi tersebut terutama berkaitan dengan masalah atau ujian yang terjadi dalam hubungan, sebagai pembuktian akan kemampuan mereka dalam penyelesaiannya. “Dapat diandalkan bukan berarti saya harus siap-sedia 24 jam mengantar dan menemani ke mana pun kekasih hati pergi,” jelas Dedi.

    4. DEWASA > 28%

    Sifat dewasa dari perempuan berada di urutan keempat. “Dewasa maksudnya seorang perempuan mampu menempatkan segala urusan berdasarkan prioritas.” urai Dedi yang sudah menikah selama 11 tahun. Benni pun menganggap bahwa kedewasaan perempuan penting untuk mampu menilai pasangan dan perjalanan hubungan mereka secara bijak.

    3. PENUH PENGERTIAN >44%

    Kriteria ini sering kita dengar. Pertanyaan selanjutnya, apa sih batasan pengertian di mata mereka? Berikut beberapa situasi yang diungkap, di mana mereka membutuhkan pengertian dari pasangan. “Saya mau pasangan memiliki pengertian tinggi terutama terhadap tuntutan karier dan pekerjaan saya yang terkadang menyita waktu sampai malam. Hal itu penting untuk menjaga kelancaran hubungan kami,” terang Arie.

    Saya terlibat di beberapa organisasi sosial, sehingga banyak waktu habis untuk itu. Secara materi memang tidak memberi timbal balik apa-apa, saya melakukannya untuk alasan kepuasan batin. Saya cuma mau pasangan paham dan menerima. Ia tidak perlu memberi dukungan dalam bentuk mengikuti semua kegiatan saya,” jelas Ihsan panjang lebar.

    Benni menyetujui pendapat Ihsan barusan. Menurutnya, perempuan yang penuh pengertian itu penting untuk mendukung pasangannya dalam berkarya. Yang dimaksud dengan berkarya, misalnya dalam menyalurkan hobi atau bakat seperti bermusik, olahraga, otomotif, seni fotografi, dan lain-lain yang memerlukan waktu dan biaya tidak sedikit. “Terkadang, perempuan suka rewel dengan masalah-masalah seperti itu. Padahal kami butuh kebebasan untuk berekspresi supaya tidak monoton dalam menjalani rutinitas sehari-hari,” urainya.

    Sepulangnya dari kerja, laki-laki dalam keadaan penat. Pasangan seharusnya jangan bertanya-tanya dulu untuk membiarkan kami cooling down. Kalau sudah rileks, tanpa ditanya pun kami akan menceritakan segala hal yang dialami kok,” situasi lain yang dicontohkan Dedi. Mbing menambahkan bahwa perempuan penuh pengertian maksudnya mau menerima kondisi pasangan sebaik dan seburuk apa pun.

    2. HORMAT & MENGHARGAI >59%

    Rasa hormat dan menghargai ini perwujudan ego laki-laki,” tegas Mbing tanpa tedeng aling-aling. Dedi menambahkan, bahwa sesukses atau setinggi apa pun karier perempuan dibanding laki-laki, ia harus tetap hormat kepada laki-laki sebagai pasangan, terlebih bila sudah menjadi suami.

    1. DAPAT DIPERCAYA >78%

    Saya sempat bertanya-tanya maksud dari kriteria di atas. Apakah perempuan sekarang semua tampil mencurigakan di mata laki-laki? Para responden menanggapi kebingungan saya dengan tertawa. Arie bilang, keputusan apakah seorang perempuan dapat dipercaya atau tidak, diperoleh dari hubungan yang terbina. “Perempuan yang dapat dipercaya akan membuat saya merasa nyaman kemudian mantap melangkah ke jenjang berikutnya,” urainya. “Saya mengukur seberapa besar seorang perempuan dapat dipercaya dari hal kecil seperti apakah dia mau membicarakan semua kegiatannya pada saya,” masih jelas Arie. Arie melanjutkan, “Perempuan yang dapat dipercaya itu berbanding lurus dengan jujur. Kejujuran paling penting dalam hubungan karena membuat seseorang tidak berani melakukan tindakan macam-macam di luar sepengetahuan pasangannya. Dan sifat ini menular. Jadi kalau saya dapat mempercayai pasangan, saya pun akan berusaha sekuat tenaga supaya dapat dipercaya juga.”

    Menurut Dedi, tanda-tanda apakah perempuan dapat dipercaya atau tidak memang tidak terlihat secara fisik. “Lebih pakai feeling untuk menilainya,” jelasnya. Namun, kriteria ini tetap menjadi dasar untuk membina hubungan sehat. “Kalau kita sudah percaya pada pasangan, apa pun yang dilakukannya tidak akan menimbulkan kecurigaan, sehingga saya tidak akan menginterogasinya secara berlebihan. Ia pun melakukan kegiatannya dengan perasaan tenang,” ungkap Dedi.

    Mbing mempunyai teori sendiri mengenai ini. Menurutnya, kepintaran bisa diperoleh dari proses belajar, namun kejujuran itu adalah bawaan hati tiap-tiap orang, tidak ada ilmunya. Makanya untuk memilih pasangan hidup, kriteria dapat dipercaya ini yang paling penting menurutnya.

    Bagaimana, sudahkah kriteria di atas ada pada diri Anda?

    * Bukan nama sebenarnya.

    **Ferry Fibriandani adalah founder Truelife Institute, praktisi di bidang Energy Psychology, sekaligus seorang Business Transformation Coach.

    Tags: , ,

  • Pertanyaan :

    Saya seorang gadis yang saat ini jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan pria beristri. Bagi dia saat ini adalah pernikahan keduanya. Dia mengaku berada dalam kondisi kejenuhan pernikahan. Saya sangat mencintainya dan berniat meneruskan hubungan. Tapi saya khawatir jika nanti saya menikah dengannya dia akan jatuh cinta dengan wanita lain lagi dan meninggalkan saya. Bagaimana cara saya untuk mengetahui keseriusannya? Terima kasih

    Jawaban :

    Kadang kita merasa sulit membedakan antara cinta dengan ketergantungan (attachment) serta kebutuhan. Karena dalam cinta yang sejati tidak ada perasaan cemburu dan khawatir, yang ada hanya rasa aman dan kasih sayang, serta bahagia melihat pasangan kita bahagia.

    Hidup adalah pilihan jika anda merasa benar-benar cinta, silahkan anda menjalin hubungan dan menerima segala resikonya dengan kasih sayang. Namun jika sebenarnya anda hanya membutuhkan dia untuk memberi rasa bahagia bagi anda, sebaiknya lupakan saja, karena perasaan yang anda miliki

    hanya permainan pikiran di otak anda. Berpikir positif bisa mengubah cairan kimia di otak yang mempengaruhi perasaan anda.

    Bahagia sejati datang dari dalam diri dan sesuai hukum “Law of attraction” saat anda bahagia anda akan menarik pria yang akan membahagiakan anda juga, menarik pria yang bijaksana yang tidak akan mengeluh dan jenuh nantinya terhadap pernikahannya dengan anda.

    Tags: , , ,

  • Pertanyaan:
    Dear Herworld….
    Saya punya pengalaman yang tidak mengenakkan. Ketika akan menikah,
    calon suami saya malah memilih wanita lain yang kebetulan ditinggalkan
    oleh calon suaminya. Tragis! Alasannya dia merasa kasihan kepada
    wanita itu, meski juga kasihan kepada saya. Menurutnya saya lebih
    tegar dibanding wanita itu. Sebenarnya apa pertimbangan pria memilih
    calon pendamping hidupnya?

    Jawaban :
    Secara natural kebanyakan pria menyukai peran sebagai “hero”. Jadi mungkin saja dia merasa lebih dibutuhkan dan lebih berguna bersama wanita lain tersebut. Bisa jadi baginya anda terlalu mandiri, atau bisa saja semua yang dia kemukakan hanya alasan saja. Mungkin dari awal hatinya memang tidak tergerak untuk memilih anda sebagai “she is the one”.

    Yang jelas kalau dia tidak mau menikahi anda berarti dia bukan jodoh anda.

    Mengenai kriteria apa yg dipilih laki laki sebagai calon pendamping, tidak bisa disama ratakan. Karena hanya pria itu sendirilah yang paling tahu wanita seperti apa yg ingin dinikahinya. Saran untuk anda lupakan saja masa lalu, jodoh tidak akan lari kemana dan dunia tidak selebar daun kelor.
    Go out, have fun, be happy and find another man who really loves and wants to marry you.

« Previous Entries   

Recent Posts

Recent Comments

  • Mas Syaifuddin, acara ini merupakan acara rutin dari Gerakka...
  • Ingin gabung,gmn caranya? mksh.
  • TPDP mas...Tua Pasti Dewasa Pilihan , itulah yg sering diuca...
  • Terima kasih Mbak Marisa, semoga Mbak sehat, sukses dan baha...
  • Bagus banget mas.. Semua yang ditulis mas febri selalu menja...