• Pertanyaan:

    Sejak satu tahun belakangan ini saya yang sudah berkeluarga memiliki hubungan yang cukup dekat dengan salah seorang pria yang juga sudah berkeluarga di tempat saya bekerja. Kami sering chatting dan sering kali pula tidak mengenal waktu, pagi, siang, sore, bahkan tengah malam. Terus terang saya memiliki perasaan khusus terhadapnya, demikian pula sebaliknya. Namun tentu saja saya tidak ingin mengkhianati perkawinan saya dengan suami yang sudah berjalan 17 tahun. Setiap kali saya berusaha melupakan si pria ini, setiap kali pula saya secara tidak sengaja diingatkan kembali betapa sebetulnya kami memang saling membutuhkan. Tidak banyak yang pernah kami lakukan bersama kecuali hanya sebatas lunch/dinner berdua. Bagaimana agar saya dapat melupakan dia secara total ? Karena terus terang perasaan seperti ini cukup menyiksa.

     

    Jawaban :

    Dear Mbak xxxxx,
    Terkadang ada masanya dalam sebuah hubungan kita merasa jenuh dan merasa mendapatkan sesuatu dari seseorang lain yang bukan pasangan kita. Mungkin karena adanya suatu persamaan yang sedang Mbak hadapi dan rekan kerja Mbak yang tidak diperoleh dari pasangan masing-masing.
    Memang hidup adalah pilihan.
    Apabila anda memilih hubungan yang baru, ada baiknya apabila Mbak memikirkan mau dibawa kemana hubungan baru ini, dan apa yang akan terjadi dengan pasangan hidup masing-masing. Dan pertanyaan saya untuk Mbak adalah apa yang membuat anda bahagia seutuhnya?
    Apabila anda ingin mempertahankan keluarga anda.
    Kunci dari healthy relationship adalah komunikasi.
    Ada baiknya anda membuat list apa hal positif yang dimiliki suami anda saat ini, dan list ekspektasi yang anda harapkan dari pasangan anda dan juga hal positif yang ada di teman kerja anda yang membuat anda merasa nyaman didekatnya yang tidak dimiliki pasangan anda. Dan coba komunikasikan ke suami anda mengenai harapan anda. Anda memilih dia sebagai suami tentu memiliki berbagai keunggulan yang dulu menarik hati anda untuk memilihnya. Anda hanya tinggal mengupgrade beliau dengan mengkomunikasikan kepada beliau agar memiliki kesadaran akan harapan anda. Dan bangkitkan kembali api yang dulu pernah ada.
    Apapun pilihan anda, adalah yang terbaik untuk anda.
    Namun sesungguhnya siapapun pasangan kita adalah sarana terbaik untuk memahami keberadaan diri kita sesungguhnya, karena dia adalah seperti cermin yang membantu kita sadar melihat diri kita.
    Selamat mencoba.

  • Pertanyaan:

    Saya berusia 29. Dua tahun belakangan, menjalin hubungan dengan seorang ekspatriat. Perbedaan keyakinan dan budaya rupanya membuat orangtua tidak setuju dengan hubungan ini. Apakah saya harus mengikuti kehendak orangtua untuk berpisah darinya dan mencari yang lebih ‘pasti/jelas’? FYI, ini adalah hubungan asmara pertama dalam hidup saya. – Indah*, Jakarta

    *bukan nama sebenarnya

    Jawaban :

    Dear Indah,
    Hubungan disertai perbedaan keyakinan dan budaya memang masih menjadi  bahan perdebatan di masyarakat kita sampai saat ini. Tetapi saya pikir banyak juga yang menjalani hubungan semacam ini dan ternyata sebagian bisa menjalaninya dengan baik.

    Rasa cinta yang kuat, saling pengertian, saling menghargai dan toleransi antar anggota keluarga menjadi kunci keberhasilan utama.
    Mengenai keberatan keluarga anda,  saya pikir komunikasi efektif  antara anda dengan orang tua  sangat dibutuhkan.

    Pada prinsipnya mereka khawatir dengan bentuk hubungan ini yang memiliki tantangan lebih dalam hal penyesuaian budaya dan kepercayaan.  Keterbukaan anda dan penjelaskan alasan-alasan yang kuat mengapa anda menjalin hubungan ini dengan pacar anda, serta  penjelasan, kesiapan dan pemahaman Anda mengenai konsekuensi positif dan negatif dari hubungan ini kepada mereka, akan  memberikan pandangan baru, menunjukkan anda telah memikirkan hal ini secara matang dan mengurangi kekhawatiran mereka.

    Sebenarnya orang tua hanya menginginkan anaknya bahagia, mereka hanya khawatir dan perlu diyakinkan.
    Selamat mencoba.

  • Pertanyaan:

    Baru saya sadari bahwa pacar saya ternyata matre. Sering di hampir tiap kesempatan, selalu saya yang membayar untuk apa pun. Suatu ketika, dia ingin meminjam uang dalam jumlah lumayan dan saya tolak. Dia marah dan bilang kalau kami ini pacaran, apa yang menjadi milik saya adalah miliknya dan sebaliknya. Bagaimana ya menghadapi lelaki seperti ini?
    (******, Surabaya)

    Jawaban :

    Dear Mbak *********,
    Membangun hubungan baik pacaran maupun pernikahan seperti membangun sebuah perusahaan atau organisasi. Membutuhkan pribadi-pribadi yang memiliki kesamaan visi, budaya, cita-cita dan tujuan. Menggunakan wadah yang sama untuk memperoleh mutual benefit yang saling mengembangkan satu sama lain.
    Apabila salah satu sudah tidak sesuai atau merasa dirugikan, maka organisasi tidak bisa berjalan baik.
    Kembali ke kasus Mbak, cobalah untuk menyampaikan pendapat saling mencintai, kesetaraan dan juga keberatan Mbak. Apabila dia berubah, maka anda bisa melanjutkan dengannya.
    Apabila tidak bisa berubah atau tidak menerima konsep kesetaraan anda, wah baiknya mulai fokuskan pikiran dan rasa anda akan konsep hubungan yang sehat, bahagia, berkelimpahan dan setara. Hal ini akan seperti doa yang akan mendekatkan anda kepada pria-pria yang masih di luar sana yang bisa mencintai, menghormati dan menghargai diri anda sepenuhnya, bukan karena saldo ATM anda :)
    Selamat mencoba.

  • Pertanyaan:

    Saya baru putus dengan seorang laki-laki setelah berhubungan kurang lebih setahun. Usianya lebih muda dan sangat posesif. Alasan saya memutuskannya adalah tidak tahan dengan sifat posesifnya itu karena selama kami jalan bersama, saya dilarang bertemu dengan teman-teman saya, yang perempuan sekalipun. Setelah putus, dia tidak menyerah untuk berusaha kembali dengan cara-cara yang cukup ekstrim seperti mengirimkan surat, menelepon ke rumah tak henti, menanyakan kabar saya lewat teman atau kerabat. Alasan yang dilontarkannya pun pada akhirnya mampu membuat saya merasa bersalah. Bagaimana cara meyakinkan dirinya bahwa saya benar-benar tidak mau kembali lagi? -

    (******, Jakarta)

    Jawaban :

    Hi ******Secara alamiah apa yang kita tolak atau tidak sukai biasanya malah akan selalu hadir dalam kehidupan kita.
    Hal ini terjadi karena saat kita menolak sebuah kejadian disitulah sebenarnya kita meletakkan fokus pikiran kita, tenaga kita dan energy kita.
    Jika saya saat ini mengatakan kepada anda untuk “jangan memikirkan jerapah berwarna merah!” maka jerapah merah itu malah tampak dalam pikiran anda.
    Salah satu cara menghadapi orang posesif adalah dgn tidak memberikan perhatian apapun terhadap semua yang dilakukannya. Cobalah untuk tenang, membiarkan dan mengikhlaskan perilakunya. Beri kesempatan dia untuk melampiaskan egonya tanpa anda harus memberikan energi, fokus dan waktu anda, Memang awalnya sulit untuk tidak terganggu. Tapi usahakan untuk mengalihkan pikiran dan energy anda bagi hal hal lain yg menyenangkan anda. Biarkan dia “bertinju” sendiri, karena tanpa lawan lama kelamaan dia akan lelah, kehabisan energi dan berhenti sendiri.

    Semoga membantu.

     

  • Pertanyaan:

    Saya sedang menjalin hubungan dengan rekan kerja satu kantor. Sejauh ini semua baik-baik saja. Tidak ada gosip atau cerita miring. Mungkin karena kami bisa bersikap profesional dan tidak macam-macam. Masalahnya, belakangan saya justru sedikit bosan dengan ritual yang seperti itu-itu saja, juga kerapnya frekuensi saya dan pasangan bertemu. Bagaimana ya cara mengatasinya?
    (******, Jakarta)

    Jawaban :

    Hi ******Selain banyak hal menyenangkan dalam berpacaran sesama rekan kerja, terkadang ada masanya, terjebak dalam rutinitas karena terlalu seringnya bertemu dan membahas masalah yang sama.
    Untuk menghindari kebosanan, anda dapat menciptakan suasana, games  dan peraturan  yang “berbeda”, romantis dan menyenangkan untuk menyegarkan kualitas rasa hubungan anda.
    Terkadang kita lupa membawa masalah pekerjaan saat bertemu dengannya, sehingga bisa diciptakan peraturan, sebisa mungkin tidak membahas diskusi seputar pekerjaan.
    Menjadikan saat kencan anda menjadi sebuah suasana special, dengan sama-sama mencari ide  segar , bertema khusus dan menyenangkan untuk dijalani bersama.  Misal jalan-jalan ke daerah tua di jakarta, petualangan mencoba makanan khas dan berburu foto suasana yang unik.
    Meluangkan waktu bersama, berpetualang  mencoba belajar hal baru, misal melukis, bermain perkusi, snorkeling, belajar private martial arts singkat untuk couples, yoga, scrapbook, kamera lomo, kursus memasak, dll.
    Dunia ini penuh dengan ide dan hal “indah” untuk diexplore oleh kalian berdua :)
    Jadikan saat kencan dan kebersamaan anda adalah saat yang indah, sakral, berbeda, fun dan romantis.
    Selamat mencoba…

  • Tantangan dan masalah adalah hal yang biasa hadir dalam hidup kita. Kita menjumpainya dalam kehidupan pribadi, keluarga ataupun pekerjaan.

    Dibalik setiap tantangan dan perubahan, terdapat hikmah dan kesadaran. Itulah bagaimana semesta membangun kita.

    Bila kita memandang tantangan dan masalah sebagai sebuah aspek negative dan kemudian terjebak dalam masalah tersebut. Kita kehilangan momen untuk belajar dari masalah/tantangan tersebut.

    Dalam setiap tantangan atau masalah, tidak ada menjadi masalah apabila kita berpikir solusi. Kemampuan kita melihat permasalahan dengan pemikiran lebih luas, berpikir lateral, kesempatan bagi munculnya ide-ide out of the box serta melihat permasalahan dari sudut pandang yang lain (re-framing).

    Apabila kita melihat lebih jauh lagi, sebenarnya kita akan mudah melihat setiap permasalahan, karena solusi/Jawaban senantiasa menyertai masalah itu sendiri.

    Masalah selalu ada setiap saat. Kekuatan pembelajaran kita ada di management respon emosi dan management respon tindakan. Respon emosi dan aksi kita terhadap suatu permasalahan lah yang membentuk kita menjadi pribadi seperti saat ini.  

    Kita bisa belajar dari alam tentang respon emosi dan aksi kita terhadap permasalahan hidup.

    Kesabaran Tiram mengubah masalah kerikil tajam jadi mutiara, jadi pembelajaran mengelola respon emosi & aksi terhadap masalah.

    Kesabaran seorang Ibu memanage respon emosi & tindakan selama hamil hingga melahirkan buah cinta yang indah ke dunia.

    Masalah adalah sarana pembelajaran menjadi pribadi yang lebih tangguh dalam kurikulum pelajaran bernama hidup & kehidupan.

    Tags: , , , , , ,

  • I want to learn living the life from the sun.

    Each day the sun shine positive things to support life.

    Each day the sun giving lights, cheers up the day from darkness and erase all the doubt.

    I want to learn living the life from the sun.

    By let us sunshine positive thought in every day of my life for greater good and humanity.

    #universalwisdom

    Tags: ,

  • Rumi once said that “I want to sing like birds sing not worrying who listens or what they think”

    I am totally agree with him.

    I want to learn living life as free as a bird.

    I want to learn, do thing and expand my self freely the way I am without being afraid of other people judgment.

    but In the bigger picture I also can learn and still humble like universe, who never judges and criticizes us.

    Tags: , ,

  • Pertanyaan :

    Apa sih yang membuat laki-laki akhirnya memutuskan untuk bilang “will you marry me” selain karena ada ultimatum dari pihak keluarga dan kelamaan pacaran!? Bagaimana sebenarnya cara menyampaikan ‘uneg-uneg’ ini ke laki-laki tanpa berkesan memaksa?

    (*********, Jakarta)

    Jawaban :

    Tahun lalu Herworld dan saya sempat membuat sebuah survey apa yang dicari pria dari wanita, dan jawaban utama adalah yang dapat dipercaya dan membuat dia yakin. Merujuk hal itu, menurut saya yang membuat laki-laki jadi kelamaan pacaran adalah dia tidak yakin 100 persen apakah andalah belahan jiwanya?

    Apakah bisa menbina rumah tangga dengan anda, atau dia merasa belum bisa bertanggung jawab lahir bathin.

    Kalau mau menanyakan apakah dia mau menikahi anda, tanyakan saja santai tanpa beban.

    Bertanya pasti lain dengan memaksa.

    Kalau dia siap pasti dia menjawabnya.

    Kalau dia tidak menjawab atau  mengganti arah pembicaraan,  berarti dia belum siap atau tidak mau menikahi anda.

    Jika ini terjadi, semua kembali pada pilihan anda.

    Jika mau menunggu, tunggulah  sampai batas waktu tertentu yang menurut anda masih bisa ditoleransi.

    Namun jika  merasa membuang waktu dgn menunggu tanpa kepastian, cari saja pasangan lain yg lebih pasti.

    Karena  untuk apa menghabiskan seluruh hidup anda dengan orang yg tidak sukarela mau menikah dengan anda?

    Dunia ini sangat luas dan kita memang diciptakan berpasang pasangan. Yakinlah somewhere out there, ada seseorang yang sudah diciptakan untuk jadi suami anda.

    Semoga sukses

    Tags:

  • Pertanyaan :

    Saya banyak kenal pria lewat chatting. Banyak kemudian yang kopi darat dan berlanjut ke hubungan pacaran namun sering kali saya harus kecewa berat karena pria-pria tersebut ternyata telah beristri padahal ketika berkenalan mereka mengaku bujangan. Bagaimana ya supaya saya tak masuk perangkap hidung belang?

    xxxxxxxxxxx – Jawa Tengah

    Jawaban :

    Dear xxxxxxxxxxxx,

    Setiap mengambil tindakan ada baiknya kita selalu teliti, hati-hati, dan tertib. Sebelum memutuskan pacaran, sebaiknya juga  hati-hati dan teliti dengan seksama profilenya.

    Dimana tempat tinggal dan kantornya? Siapa teman-temannya? dll.

    Jika terasa banyak hal disembunyikan, misalnya menjauh kala menerima telephone, tidak pernah membawa teman-teman dan lingkungannya saat bertemu anda. Selalu kopi darat ditempat sepi, ada kemungkinan dia menyembunyikan sesuatu.

    Tertib melihat gaya bicara dan cara anda berkenalan.

    Jika ingin bertemu lelaki yg baik biasanya ada di lingkungan yang baik juga. Misalkan berkenalan di toko buku, kelas workshop, pertemuan kantor dll.

    Tidak banyak pria baik yang jujur. terbuka fokus dgn masa depannya menghabiskan waktu dgn chatting berjam jam.

    Jadi jika anda tetap mau berkenalan lewat chating sekali lagi teliti sebelum “membeli”.

    Selamat mencoba.

    Tags: , , , ,

« Previous Entries   

Recent Comments

  • Ya, hanya dengan KEPERCAYAAN sebuah hubungan (apapun bentukn...
  • Hi Kiteshvara, You're very lucky. Your son not only has la...
  • My son 'Adel' has made her grandma cried by saying "grandma,...
  • Untuk Mbak Ning (Irianti Erningpraja) Selamat menempuh du...
  • Hi Mas Miko, How are you. Long time no see... Thank you f...