• 29Sep

    Pertanyaan :

    Saya sedang menjalin hubungan dengan rekan kerja satu kantor. Sejauh ini semua baik-baik saja. Tidak ada gosip atau cerita miring. Mungkin karena kami bisa bersikap profesional dan tidak macam-macam. Masalahnya, belakangan saya justru sedikit bosan dengan ritual yang seperti itu-itu saja, juga kerapnya frekuensi saya dan pasangan bertemu. Bagaimana ya cara mengatasinya?

    (******, Jakarta)

    Jawaban :

    Hi ******,

    Selain banyak hal menyenangkan dalam berpacaran sesama rekan kerja, terkadang ada masanya, terjebak dalam rutinitas karena terlalu seringnya bertemu dan membahas masalah yang sama.

    Untuk menghindari kebosanan, anda dapat menciptakan suasana, games  dan peraturan  yang “berbeda”, romantis dan menyenangkan untuk menyegarkan kualitas rasa hubungan anda.

    Terkadang kita lupa membawa masalah pekerjaan saat bertemu dengannya, sehingga bisa diciptakan peraturan, sebisa mungkin tidak membahas diskusi seputar pekerjaan.

    Menjadikan saat kencan anda menjadi sebuah suasana special, dengan sama-sama mencari ide  segar , bertema khusus dan menyenangkan untuk dijalani bersama.  Misal jalan-jalan ke daerah tua di jakarta, petualangan mencoba makanan khas dan berburu foto suasana yang unik.

    Meluangkan waktu bersama, berpetualang  mencoba belajar hal baru, misal melukis, bermain perkusi, snorkeling, belajar private martial arts singkat untuk couples, yoga, scrapbook, kamera lomo, kursus memasak, dll.

    Dunia ini penuh dengan ide dan hal “indah” untuk diexplore oleh kalian berdua :)

    Jadikan saat kencan dan kebersamaan anda adalah saat yang indah, sakral, berbeda, fun dan romantis.

    Selamat mencoba….

  • 10Sep

    Tantangan dan masalah adalah hal yang biasa hadir dalam hidup kita. Kita menjumpainya dalam kehidupan pribadi, keluarga ataupun pekerjaan.

    Dibalik setiap tantangan dan perubahan, terdapat hikmah dan kesadaran. Itulah bagaimana semesta membangun kita.

    Bila kita memandang tantangan dan masalah sebagai sebuah aspek negative dan kemudian terjebak dalam masalah tersebut. Kita kehilangan momen untuk belajar dari masalah/tantangan tersebut.

    Dalam setiap tantangan atau masalah, tidak ada menjadi masalah apabila kita berpikir solusi. Kemampuan kita melihat permasalahan dengan pemikiran lebih luas, berpikir lateral, kesempatan bagi munculnya ide-ide out of the box serta melihat permasalahan dari sudut pandang yang lain (re-framing).

    Apabila kita melihat lebih jauh lagi, sebenarnya kita akan mudah melihat setiap permasalahan, karena solusi/Jawaban senantiasa menyertai masalah itu sendiri.

    Masalah selalu ada setiap saat. Kekuatan pembelajaran kita ada di management respon emosi dan management respon tindakan. Respon emosi dan aksi kita terhadap suatu permasalahan lah yang membentuk kita menjadi pribadi seperti saat ini.  

    Kita bisa belajar dari alam tentang respon emosi dan aksi kita terhadap permasalahan hidup.

    Kesabaran Tiram mengubah masalah kerikil tajam jadi mutiara, jadi pembelajaran mengelola respon emosi & aksi terhadap masalah.

    Kesabaran seorang Ibu memanage respon emosi & tindakan selama hamil hingga melahirkan buah cinta yang indah ke dunia.

    Masalah adalah sarana pembelajaran menjadi pribadi yang lebih tangguh dalam kurikulum pelajaran bernama hidup & kehidupan.

    Tags: , , , , , ,

  • 18Aug

    I want to learn living the life from the sun.

    Each day the sun shine positive things to support life.

    Each day the sun giving lights, cheers up the day from darkness and erase all the doubt.

    I want to learn living the life from the sun.

    By let us sunshine positive thought in every day of my life for greater good and humanity.

    #universalwisdom

    Tags: ,

  • 25Jul

    Rumi once said that “I want to sing like birds sing not worrying who listens or what they think”

    I am totally agree with him.

    I want to learn living life as free as a bird.

    I want to learn, do thing and expand my self freely the way I am without being afraid of other people judgment.

    but In the bigger picture I also can learn and still humble like universe, who never judges and criticizes us.

    Tags: , ,

  • 17Jul

    Pertanyaan :

    Apa sih yang membuat laki-laki akhirnya memutuskan untuk bilang “will you marry me” selain karena ada ultimatum dari pihak keluarga dan kelamaan pacaran!? Bagaimana sebenarnya cara menyampaikan ‘uneg-uneg’ ini ke laki-laki tanpa berkesan memaksa?

    (*********, Jakarta)

    Jawaban :

    Tahun lalu Herworld dan saya sempat membuat sebuah survey apa yang dicari pria dari wanita, dan jawaban utama adalah yang dapat dipercaya dan membuat dia yakin. Merujuk hal itu, menurut saya yang membuat laki-laki jadi kelamaan pacaran adalah dia tidak yakin 100 persen apakah andalah belahan jiwanya?

    Apakah bisa menbina rumah tangga dengan anda, atau dia merasa belum bisa bertanggung jawab lahir bathin.

    Kalau mau menanyakan apakah dia mau menikahi anda, tanyakan saja santai tanpa beban.

    Bertanya pasti lain dengan memaksa.

    Kalau dia siap pasti dia menjawabnya.

    Kalau dia tidak menjawab atau  mengganti arah pembicaraan,  berarti dia belum siap atau tidak mau menikahi anda.

    Jika ini terjadi, semua kembali pada pilihan anda.

    Jika mau menunggu, tunggulah  sampai batas waktu tertentu yang menurut anda masih bisa ditoleransi.

    Namun jika  merasa membuang waktu dgn menunggu tanpa kepastian, cari saja pasangan lain yg lebih pasti.

    Karena  untuk apa menghabiskan seluruh hidup anda dengan orang yg tidak sukarela mau menikah dengan anda?

    Dunia ini sangat luas dan kita memang diciptakan berpasang pasangan. Yakinlah somewhere out there, ada seseorang yang sudah diciptakan untuk jadi suami anda.

    Semoga sukses

    Tags:

  • 17Jul

    Pertanyaan :

    Saya banyak kenal pria lewat chatting. Banyak kemudian yang kopi darat dan berlanjut ke hubungan pacaran namun sering kali saya harus kecewa berat karena pria-pria tersebut ternyata telah beristri padahal ketika berkenalan mereka mengaku bujangan. Bagaimana ya supaya saya tak masuk perangkap hidung belang?

    xxxxxxxxxxx – Jawa Tengah

    Jawaban :

    Dear xxxxxxxxxxxx,

    Setiap mengambil tindakan ada baiknya kita selalu teliti, hati-hati, dan tertib. Sebelum memutuskan pacaran, sebaiknya juga  hati-hati dan teliti dengan seksama profilenya.

    Dimana tempat tinggal dan kantornya? Siapa teman-temannya? dll.

    Jika terasa banyak hal disembunyikan, misalnya menjauh kala menerima telephone, tidak pernah membawa teman-teman dan lingkungannya saat bertemu anda. Selalu kopi darat ditempat sepi, ada kemungkinan dia menyembunyikan sesuatu.

    Tertib melihat gaya bicara dan cara anda berkenalan.

    Jika ingin bertemu lelaki yg baik biasanya ada di lingkungan yang baik juga. Misalkan berkenalan di toko buku, kelas workshop, pertemuan kantor dll.

    Tidak banyak pria baik yang jujur. terbuka fokus dgn masa depannya menghabiskan waktu dgn chatting berjam jam.

    Jadi jika anda tetap mau berkenalan lewat chating sekali lagi teliti sebelum “membeli”.

    Selamat mencoba.

    Tags: , , , ,

  • 03Jul

    Kita berada di alam semesta ini bukanlah sebuah kebetulan akibat kelahiran kita di dunia ini.

    Keberadaan kita seperti sebuah teka-teki kehidupan dan kesimpulan bentuk akhir dari setiap puzzle fragmen peristiwa -peristiwa yang kita jalani di kehidupan kita.

    Sebuah misteri besar dan tentunya membawa arti signifikan bagi semestaku dan semesta raya.

    Demikian juga keberadaan orang lain dan semua hal adalah signifikan.

    Semilir angin yang berhembus, gemericik air, keberadaan sungai, gunung dan lautan, gugurnya daun dari pohon, sinar mentari yang bersinar memberi kehangatan, hujan yang turun memberi harapan kehidupan dan menyapu debu serta kotoran, indahnya bulan memberikan cahaya menerangi kegelapan, indahnya bintang menghiasi malam. Menunjang keberadaan kita & semesta, sekaligus disatu sisi mendukung ketiadaan yang sangat bermakna.

    Tags:

  • 19Jun

    Perhatikan sekitar kita, belajar kebijakan besar dari hal terkecil disekitar kita.

    Banyak hal besar terjadi di alam setiap detiknya, kesadaran dan rasa penasaran menjadikannya pelajaran berharga bagi hidup dan kehidupan.

    Banyak hal besar terjadi di alam setiap detiknya. Sikap ignorance membuai kita dan membuat kita memilih untuk mengabaikannya.

    Kita adalah subjek, sekaligus predikat dan juga sekaligus objek di sastra alam raya. Oleh karena itu, akan selaras dalam indahnya sastra semesta apabila kita ikut menulis, membaca dan menyebarkan kebijakan semesta. Dengan semangat sama-sama saling belajar dan mengembangkan diri, dengan begitu akan lebih banyak karya yang membawa kebaikan bagi lebih banyak orang, sekaligus di satu sisi memperkaya gaya bahasa dan plot sastra semesta.

    Karena kita seperti halnya setiap titik debu membangun konfigurasi semesta. Seperti halnya setiap sel bekerja sendiri dan bersama-sama membangun keutuhan suatu individu dan makhluk. Seperti daun yang bersama-sama membentuk keindahan dan fungsi sesuai pola alam dari setiap pohon.

    Tidak ada pribadi yang biasa, semua orang adalah luar biasa, signifikan dengan peran dan keunikan masing-masing membangun keutuhan semesta. Setiap individu adalah perwujudan terkecil peta semesta.

    Tags: , , , ,

  • 14May

    Pertanyaan :

    Saya wanita berusia 41 th dan suami 42 th. Beberapa bulan terakhir ini takut kehilangan kepada saya terlalu berlebihan sehingga saya merasa tidak nyaman.

    Untuk meyakinkan dirinya setiap malam harus tidur sambil berpelukan, ke kantor atau ke proyek sebisa mungkin saya yang mengantarnya, kecuali anak kami ada kegiatan yang harus bersama saya. Apalagi urusan sex hampir setiap hari.

    Bukannya saya bertambah sayang kepada suami melainkan timbul kebosanan dan kejenuhan. Padahal saya sudah berbicara baik-baik dan mencari solusi, tapi belum ada hasilnya.

    Jejaring sosial pribadi saya juga sering dimonitor, teman-teman mulai banyak menanyakan perubahan saya, karena dibatasi oleh suami. Apa yang harus saya lakukan?

    Jawaban :

    Dear Mbak xxxxx,

    Menurut pendapat saya, anda telah melakukan hal terbaik yang dapat dilakukan oleh seorang isteri, anda telah memberikan perhatian, bersikap sabar dan mencoba mengkomunikasikannya secara baik-baik.

    Sikap suami anda menjurus pada posesif. Posesif adalah bentuk “ketidakaman”  dan takut kehilangan yang berlebihan dalam diri pasangan anda.  Mungkin ada suatu trauma masa lalu. Posesif adalah bentuk kekurangan cinta dan perhatian serta berusaha keras mencari cinta dan perhatian dari pasangannya.

    Suami juga terkadang memiliki kebutuhan yang besar untuk dihormati

    Saran saya tetap coba komunikasikan kembali baik-baik bahwa anda sangat menghormati, menyayanginya dan janganlah takut kehilangan anda.

    Berdasarkan pengalaman saya menghadapi case pasangan posesif, pemahaman kesadaran pasangan atas kondisinya dan kemauan untuk menghadapi rasa ketidakamanannya adalah solusi terbaik.

    Apabila tidak berhasil, bisa mencoba  untuk melibatkan pihak ketiga yang dihormati pasangan anda (orang tua, pemuka agama), atau bisa mencoba berkomunikasi /konsultasi dengan psikolog / holistic healing.

    Semoga berhasil.

    Tags: , ,

  • 14Apr

    There’s a rhythm called universe.
    Resonance of divine music harmony.
    It compose great masterpiece called universe in this orchestra called hyperspace.
    So beautiful, in harmony and perfect as it is.

« Previous Entries   

Recent Comments

  • Ya, hanya dengan KEPERCAYAAN sebuah hubungan (apapun bentukn...
  • Hi Kiteshvara, You're very lucky. Your son not only has la...
  • My son 'Adel' has made her grandma cried by saying "grandma,...
  • Untuk Mbak Ning (Irianti Erningpraja) Selamat menempuh du...
  • Hi Mas Miko, How are you. Long time no see... Thank you f...