• Many friends who has visited this site (thank you all), they share the same question;

    “Fibriandani, you always say releasing and accepting all the unpleasant events.

    How’s the easiest process to release the pain, the unhappiness, the unpleasant events, and all the emotion that come with those events?”

    Creator of all that is, give us tears (thank you GOD, The Most Merciful, The Most Gracious).

    Tears are the river of life. In there shared joy and happiness as well as sadness and fear.

    Just release the energy along with tears and realize that it’s just an event in our beautiful life.

    Let’s continue our journey, facing the art of life, take the lesson in each event with awareness and feeling so blessed and grateful.

    Namasté

    Tags: , , ,

  • Kita membutuhkan event negative dalam hidup kita, agar kita bisa belajar dari event tersebut.

    Seperti halnya :

    1. Matahari bersinar indah, debu telah tersapu air dan terkadang sang pelangi hadir menyapa kita setelah hujan deras mereda

    2. Keindahan memperoleh kesempatan untuk muncul, seperti halnya matahari dan rasa syukur, ketika badai telah berlalu dan menyapu segala hal yang buruk.

    3. Kupu-kupu yang indah akan muncul setelah ulat mengalami perubahan drastis saat menjadi kepompong.

    4. Seorang ibu akan merasa bahagia saat menimang anak untuk pertama kalinya setelah 9 bulan mengandung.

    5. Kita menyadari berartinya lentera, lampu, senter, Neon pada saat aliran listrik kembali normal setelah pemadaman listrik masal dan memakan waktu lama.

    6. Kita menyadari berarti kesehatan saat kita memperoleh kesembuhan dari sebuah penyakit.

    7. Kita menyadari manisnya “obat yang pahit” pada saat kita terbantu sembuh (atas ijin creator of all that is).

    Masih banyak contoh-contoh lain menggambarkan betapa perlunya kita berterima kasih terhadap negative event, karenanya kami bisa mengembangkan diri kita dan lebih bersyukur terhadap hidup kita.

    Terima kasih, denganmu saya berkembang.

    Thank you negativity, therefore i am in harmony, peace, love and joy with my life… (fibriandani)

    Tags: , ,

  • Seorang teman baik bertanya terhadap Artikel “Membaca bagi diri sendiri”, seperti biasa dia mengajukan pertanyaan-pertanyaan bagus :) Thanks Sis.
    Saya perlu meringkas pertanyaan-pertanyaan beliau :

    “Apakah bermanfaat membaca pesan dibalik semua kejadian yang tidak menyenangkan? ”
    “Any good stuff came from a negative energy/source/events?”

    Seperti halnya kita mengerti nikmat sehat ketika kita sedang sakit.

    Karena semesta ini telah diciptakan dengan haq, dengan seimbang, dengan sempurna.
    I think, we even should say thanks to them, because with their existence we know what we want :)

    Mengapa tidak Sis?
    Kita membutuhkan kejadian sedih untuk mengerti bagaimana rasa dan penuh syukurnya masa bahagia.
    “Bagaimana kita tahu masalah itu telah ter-release?”

    When we become less sensitive to the problem, when we can deal with the problem with less negative emotion, when we understand the lesson we should learn, When we realize and understand that it’s just an event in our life.
    Life supposed to be beautiful Sis, have fun ya!

    Tags:

  • Syahdan, jaman dahulu kala terdapat sebuah cermin di surga. Cermin ini sangat istimewa karena dapat membawa ke arah kedamaian, kebahagiaan, kebijaksanaan, cinta kasih dan keselamatan (aslama, salamu).

    Suatu saat cermin ini pecah berkeping-keping dan jatuh ke Bumi, dan tersebar ke berbagai penjuru.

    Setiap orang yang memegang serpihan cermin-cermin yang jatuh itu, memperoleh kesadaran dan tercerahkan (enlightened). Mereka (menjadi Master)yang tercerahkan kemudian men-share konsep kesadaran ini kepada orang-orang lain di sekitar mereka, dengan harapan akan ikut membantu meningkatkan kualitas kesadaran mereka (level of consciousness). Seiring dengan perjalanan waktu konsep-konsep kesadaran yang diajarkan para Master tersebut disampaikan terus – menerus daris atu generasi ke generasi selanjutnya oleh para pengikutnya. Ajaran konsep kesadaran mereka mulai menyebar.

    Sesungguhnya setiap Master memegang serpihan cermin itu, mereka tidak memegang cermin yang utuh. Sehingga ada kemungkinan secara equal, equally right or equally wrong (walaupun sesungguhnya tidak ada yang right or wrong anyway).

    Apabila konsep yang disampaikan membawa ke arah perdamaian, kebahagiaan, kebijaksanaan, cinta kasih dan keselamatan, sesungguhnya itulah arah yang hakiki.
    (fibriandani)


    Apabila membawa ke arah membedakan, merasa golongannya lebih baik, hanya kaum saya yang masuk surga, negative emotion terhadap golongan lain, rasanya kita perlu “membaca” lebih dalam lagi.

    Selamat menggunakan cermin.

     

    Tags: , , , , , ,

  • Tanggal 11 bulan 11 ini adalah hari yang sangat baik dan dihiasi banyak warna :)

    Thank you untuk semua teman yang hadir dan menyimak, banyak diskusi yang terjadi dan lebih melengkapi konsep yang dibawakan. Memang benar semakin banyak kepala, semakin baik.

    Terima kasih ya Teman. Semoga kita senantiasa sehat wal afiat, memperoleh kemudahan dan kebahagiaan dalam hidup, limpahan rejeki dan karunia.

    Tags: , ,

  • Ada sebuah pertanyaan dari teman baik saya :

    “Bagaimana menyadari peran kita dalam sebuah hal yang membawa energi negatif, bagaimana caranya agar tak jadi orang yang selalu menyalahkan diri sendiri? Fault finding can back fire. Akhirnya akan membuat orang sulit mencintai dirinya sendiri…”

    Dengan kita senantiasa sadar/aware/mindfulness maka kita akan menyadari setiap saat ego/keakuan hadir. Ego dan keakuan pada dasarnya dan seiring perjalanan waktu hanya akan membawa ke dalam duka, kesedihan, kemarahan, kekesalan dan emosi negative lainnya.

    Bagaimana menjadi orang yang tidak menyalahkan dirinya sendiri?

    Pertanyaan bagus, sesungguhnya setiap kejadian dalam hidup kita bukanlah sebuah kebetulan. Itu semua memiliki pelajaran bagi kita untuk meningkatkan kualitas kesadaran kita. Kita tidak perlu terlalu keras dalam menilai diri kita. jangan terlalu menyalahkan diri kita terhadap semua hal yang kita jumpai dalam kehidupan (terutama hal yang membuat kita sedih, takut, kegagalan dan merasa rendah). Ambil saja pelajarannya, dan mari kita ajak diri kita untuk belajar dari kondisi tersebut dan senantiasa mencari rasa yang lebih indah/baik.

    Hal yang terjadi apabila kita banyak menyalahkan diri kita atau menahan perasaan sedih, dan emosi negative dalam diri (apalagi dalam waktu lama), hanya akan membawa kita depresi, duka diri dan lupa bagaimana kita mencintai diri kita sendiri.

    Kita musti mulai belajar “merasa” kembali :)

    Kuncinya? Kita hanya bisa senantiasa sadar dengan setiap fragmen kehidupan kita, saat kita minum, saat kita makan, saat kita mengemudikan kendaraan, saat kita meeting, dll.

    Semoga menjawab Sis :)
    (fibriandani)

  • Hal yang paling menantang (saya prefer kata “menantang” dibanding kata “terberat”) adalah saat membaca ayat-ayat tersembunyi yang harus kita baca saat kita mengalami peristiwa yang membuat kita sedih, kecewa, tersinggung, kegagalan dan emosi negative lainnya.

    Hal yang paling mudah adalah menyalahkan orang lain atau situasi (fault finding), demi mempertahankan kondisi nyaman (comfort zone) perasaan dalam diri kita.

    Kita seyogyanya lebih banyak introspeksi ke dalam diri sendiri, mengapa peristiwa itu bisa terjadi. Memperoleh hikmah dari peristiwa itu, agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan meningkatkan kualitas kesadaran kita.(fibriandani)


    Sesungguhnya semua peristiwa dan orang yang datang dan membawa emosi negative (kesedihan, ketakutan, kekecewaan, tersinggung, dll) adalah messenger bagi kita, bahwa masih ada emosi negative yang harus kita release agar tidak membebani kita dalam mengarungi hidup (duka diri).

    Tags: , ,

  • Hari ini adalah hari yang special, ada banyak kejadian yang menggelitik rasaku dan membuatku tersenyum. Thank you Creator of All that is, you give me a valuable lessons today. Hari ini, semua hasil sesuai dengan apa yang saya afirmasikan pagi ini lewat status YM :

    “Semua hal akan berjalan mudah, membawa kebaikan dan membuat kita bahagia”.

    Pagi harinya, ada banyak orang yang sangat baik dan peduli hingga mengaminkan affirmasi (doa) saya (Thank you, hope you had a great day and God bless you), dan ada satu orang yang negative judgement akan tulisan doa saya. It’s okay. I don’t mind :) , God bless you.

    Siang harinya, department kami ada pertemuan, sebuah pertemuan yang membahas mengenai sebuah keputusan penting di perusahaan. Dan Alhamdulillah saya merasakan sebuah collective consciousness dan energy positive dalam ruangan meeting itu. Terima kasih teman-teman. God bless you. Semoga kita semua memperoleh apa yang kita inginkan dan semua keputusan yang diperoleh adalah hal yang baik dan membahagiakan bagi kita. Amiin.

    Sore harinya ada teman lama saya saat kuliah, entah kenapa dia menuliskan ingin diskusi di wall facebook saya. So saya hubungi dia dan kita terlarut dalam sebuah diskusi yang menarik. (Thank you, God bless you).

    Pembicaraan menjadi semakin menarik, karena kita membahas hal yang menarik pula. Dia merasa sedih karena dianggap “berbeda” dalam cara memandang hidup dan kehidupan :).

    Saya tanya, “oleh siapa?”

    Beliau menjawab, “oleh orang –orang terdekat saya dan teman-teman saya.”

    Saya bilang, “that’s okay and that’s their own right to judge other. As long as we aware of it and do not feel superior or inferior. It’s okay to be different.”

    “Kita membutuhkan perbedaan dalam kehidupan, agar hidup kita lebih indah dan berwarna. Bukankah kita akan merasa bosan bila semua orang melakukan hal yang sama, atau memakai jenis baju yang sama?”

    “How about their judgement? “, Tanya teman saya.

    It’s okay and it’s their own rights, once again as long as we are in awareness and we don’t feel superior and inferior related to their judgement. You are different right? So they are right :) We are only responsible for our level on awareness. We can not ask them to changed. (fibriandani)

    Lalu beliau bertanya : “Why they are judging?” “ Why they feel better than me?”

    Saya jawab: “That’s okay, it’s natural. Because people love stability, being different is teasing their comfort zone :)”

    Lalu beliau bertanya, “How about judgement is it okay?”

    Saya jawab : “It’s their choice, they’re free to choose. Life is about choices and consequences. So, it’s their right. And it’s okay.”

    Dia bertanya : “How about me? How about my feeling?”

    Saya jawab :

    “How about your feeling? Just aware of your feeling, it’s okay, is just a feeling. Aware of your feeling, accepting, and surrender. It’s okay. I hope you do not condemn hehehe :) It’s okay being different, just love who you are, accept who you are, and be who you are”.

    “Differences make our world colorful :)

    I Hope that would put smile on your face :)”

    Dan dia jawab : “I feel much better hehehe.”

    Saya melihat jam, sudah hampir jam 6 sore dan di luar jendela kantor saya hujan turun sangat lebat, well… saya harus menutup pembicaraan : “Greeeat, Thank you for the discussion, selamat menyetir ke ***** ya, perjalanan masih jauh lho. Salam untuk keluarga. Have Fun ya, because Life supposed to be beautiful.”

    Once again, thank you my friend, God bless you.

    Tags: , , ,

  • Ujian terbesar bagi personal yang memiliki ilmu (juga agama) adalah merasa dirinya lebih baik dari orang lain.

    Jadi teringat sebuah kisah, saat pertama dosa itu muncul di semesta, yaitu saat Lucifer menolak menghormati Adam, karena dia merasa lebih baik dari Adam :)

    Forgive Me, I’m Sorry, Thank You, GOD Bless You.

    Tags: , ,

   

Recent Posts

Recent Comments

  • Mas Syaifuddin, acara ini merupakan acara rutin dari Gerakka...
  • Ingin gabung,gmn caranya? mksh.
  • TPDP mas...Tua Pasti Dewasa Pilihan , itulah yg sering diuca...
  • Terima kasih Mbak Marisa, semoga Mbak sehat, sukses dan baha...
  • Bagus banget mas.. Semua yang ditulis mas febri selalu menja...