• Malam ini saya berusaha memejamkan mata, namun tetap tidak mau terpejam.
    Tanpa sadar ingatan saya kembali ke peristiwa tadi siang.
    Siang hari tadi, saya kedatangan dua sahabat baik saya, obrolan demi obrolan berjalan, hingga satu waktu, salah satu teman saya curhat perihal atasannya yang tidak konsisten atas ucapannya.
    Menurut teman saya, beliau selalu menasehati pegawainya dengan berbagai macam teori manajemen dan norma bagaimana seharusnya bertindak, judgement sama orang, menganjurkan untuk menghargai sesama manusia, dll. Namun uniknya tidak ada satupun yang dia ucapkan terimplementasi secara real di sehari-hari dia bekerja.

    Teman saya sangat kesal dengan atasannya ini, dia berkata,
    “Bayangin aja Fer, dia udah tua, udah seumur bokap gua, harusnya dia sadar dong. Apa yang dilakukan dan dia omongin gak pernah sama. Semua orang dianggap salah, cuman dia aja yang bener.”
    “Udah gitu kalo udah judgement orang, habis manis sepah dibuang deh.”
    “Gua capek Fer”.
    “Musti ngapain ya?

    Saya bingung musti menjawab apa ya, hehehe, akhirnya saya cuman tertawa saja.
    Teman saya malah kesal dengan respons saya.
    “Lo gimana sih Fer, orang gua curhat ama nanya serius, lo malah ketawa, gua lagi kesel tahu!”
    “Yang gua heran dia itu udah tua, bok ya sadar, udah bau tanah gitu.”
    jawab teman saya, yang terlihat makin kesal dengan sikap saya.

    Saya malah tambah ngakak ketawa :)
    Tanpa sadar pikiran saya melayang ke saat saya masih kuliah, dan saya pernah membaca sebuah tulisan saya lupa tulisan siapa.
    Beberapa konsepnya saya ingat dan saya pakai untuk menjawab pertanyaan teman saya.

    “Mbak A****, semua manusia pasti akan bertambah usia dan menjadi tua, itu adalah hukum alam, suatu yang pasti. Kalo bijaksana dan bertambah kesadaran adalah pilihan.
    Demi masa semua manusia itu merugi.
    Banyak yang terjebak kenangan di masa lalu dan ketakutan masa depan.
    Hanya sedikit yang sadar dan menjalani masa sekarang (present moment).
    Kejadian lalu sudah berlalu, tidak bisa diulang kembali. Kita hanya bersyukur memperoleh hikmah dari kejadian masa lalu.
    Kejadian masa depan belum terjadi, maka kita bisa persiapkan sebaik mungkin di saat ini untuk masa depan.”
    jawab saya.

    “Gua ngerti Fer, kalo itu mah, tapi kata-kata lo gak jawab pertanyaan gua!”
    keluh teman saya.

    “Hehehe, emang belum selse Mbak”
    , jawabku.

    Katanya;

    “Orang yang beruntung adalah orang yang menyadari present moment, saling mengingatkan dan saling menasihati dalam kebenaran dan untuk menjadi lebih baik di kemudian hari.
    Tugas kita hanya mengingatkan.
    Hanya mengetuk pintu hati orang tersebut.
    Pintu hati itu seperti sebuah pintu besar dan kokoh yang bisa kita ketuk dengan keras atau dengan lembut.
    Namun uniknya pintu besar dan kokoh itu tidak memiliki gagang pintu di luarnya.
    Kenapa?
    Karena pintu itu hanya bisa kita ketuk, namun untuk membukanya musti dari dalam”

    , Jawab saya.


    “Itulah kenapa hal itu terjadi, dan kita tidak bisa menyalahkan mereka, dan atau menjelekkan mereka.
    Ambil saja pelajaran positive dari kata-kata beliau Mbak, pasti selalu ada yang berguna.
    Kita hanya bisa menyadari situasi, mengingatkan yang bersangkutan dan atau memberi contoh apabila dirasa perlu.
    Apabila belum juga berubah, ya belum saatnya memperoleh pencerahan (hidayah).
    Doain aja Mbak, sama Yang Membolak-balikan Hati.

    Udah ah nge-gosip nih jadinya”, jawab saya menutup pembicaraan dan beralih ke topik lain yang bisa membawa rasa menjadi lebih baik.

    Posted by admin @ 1:19 am

    Tags: , , , ,

10 Comments to Pintu Hati

  • Saya jadi teringat dengan almarhum ayah saya, sosok yang sederhana dan menginspirasi hidup saya.

    Sewaktu dulu, setiap saya diceramahi, diomeli dan dinasihati. Ya pastinya saya ngedumel, saya pikir emang bapak ngelakuin apa yang bapak nasihati??? emang bapak ini selalu ngerasa paling benar!!!! Haizzzhhhhh Bapak..Bapak

    Seiring waktu secara perlahan saya sadar, apa yang ceramahi/dinasihati ayah saya banyak benarnya. Banyak dari nasihat beliau yang kalau saya dengar, kalau saya lakukan akan mencegah setiap kejadian atau peristiwa yang tidak mengenakan bagi diri saya.

    Coba kalau saya dengar apa kata bapak, Coba saya lakukan nasihat bapak, Coba saya……..Pikiran saya galau…

    Orang tua adalah orang tua, pastinya mereka mengalami peristiwa baik yang enak maupun yang tidak enak lebih dulu dari kita, atau lebih tepatnya mereka telah banyak makan asam-garamnya kehidupan.

    Tapi yang pasti mereka sayang dengan anaknya, dan berusaha memberikan terbaik, berupaya melindungi anaknya dengan segala daya yang mereka punya, dengan segala kelebihan yang mereka punya dan dengan segala kelemahan yang mereka punya.

    Pada dasarnya mereka ingin berkata ” jangan melakukan kesalahan yang pernah saya buat!!! Jangan salah langkah seperti yang pernah saya buat!!! Jangan seperti saya!!!
    Hanya saja kadang penyampaian kata kata mereka yang pada saat menasihati kita kurang tepat, itu mungkin karena emosi yang meluap, atau rasa sayang yang tulus atau sense of protective yang kuat.

    Pada intinya, berterimakasihlah pada orang yang memarahi kita, menasihati kita, baik itu datang dari siapa saja, orang tua, kakak kita atau bahkan para atasan kita. Dengar nasihat/amarah mereka, cerna dan mengerti alasan mengapa mereka marah.

    Setelah itu ambil yang baik dan buang segala praduga yang buruk. Ambil makna dan positifnya saja, itu akan menambah pelajaran hidup kita.

    Thank you Dad for everything that you have done for me. I wish I had a chance to say that I love you and I miss you in every second of my life. I will take care mom for you. Ameen

  • Agree Mbak.
    Kita hanya bisa ambil makna postivenya.
    Karena nasehat pada prinsipnya bagus, cuman kebetulan hati kita saat itu resistant dengan nasehat tersebut karena diganggu “negative thinking dan negative feeling” terhadap orang itu.
    Padahal inti percakapannya adalah points yang bagus.
    Setiap kita bertemu seseorang, pasti ada hikmah atau pelajaran bagi kita dari orang tersebut.
    Your Dad surely proud of you.
    Namaste

  • bwahahahaaa .. lucu .. lucu .. kakang, tolong sampaikan ke temannya ituh, kita senasib gituh yah .. brada dalam situasi inkonsistensi yang konsisten .. mmm .. kalo daku sich kiatnya inget ajah: tua itu pasti, dewasa mah belom tentu .. atooo .. anjing menggonggong kafilah tetap berlalu .. sembari doain supaya Allah berkenan mengampuni diye karna sbetulnya diye ga tau apa yg sedang diye perbuat termasuk terhadap kita .. again, stuju bgt ambil yg positifnya ajah .. sabaaar .. sabaaar .. sembari memohon pertolongan hanya kepada Allah saja .. yah, gitulah kira2 .. hehe jadi ikutan curcol deh ..

  • Hehehe, Mbak Wilse, makasih untuk comment-nya.
    Senang Mbak Wilse muncul lagi nih.
    Bener banget, ambil yang positifnya aja.
    Sabar, sadari, kita mah tentukan sikap kita sendiri :)
    Makasih buat comment-nya Mbak.
    Serring-sering mampir browsing ya, nengokin hahaha :)

  • mas,
    Energy yang sering hilang dan dilupakan adalah Cinta….
    ketika cinta demikian besar dari hati yang paling dalam kepada orang tua kita…
    maka sesakit apapun mereka berkata, bertindak atau apapun yang ada adalah kebahagian untuk membahagiakan mereka….
    Selalu saja sy merinding, meneteskan air mata klu ada goresan pena yang mengingatkan kepada betapa cintanya orang tua kita mengalir…

    e1@telkom.co.id
    nb: msh ingat sy mas? sukses selalu ya

  • hi fe, setuju banget..susah memaksa orang lain mengerti ato menjadi seperti yg kita mau akan lebih mudah kalo kita berusaha mengerti ato memahami mereka, bukan..?! :)

    keep writing yaa.. :)

  • @ Mas E1, tentu saja saya masih ingat dan selalu ingat dengan sahabat baik saya ini.
    Terima kasih atas comment-nya, tetap sering kunjungi website saya Mas, kita bisa diskusi :). Jangan bosen-bosen kasih comments juga :)
    Salam buat temen2 telkom :)
    Sukses selalu

  • @ Yofita :
    Hehehe bener banget Yof :)
    Prinsipmu sesuai banget sama prinsip Bang Covey khan,
    Seek First to Understand, Then to be Understood (Principles of Mutual Understanding).
    Ini adalah aturan emas yang selalu berlaku universal dimanapun kita berada.
    Makasih ya sudah mengunjungi website ini, tetap kunjungi dan beri comments ya.
    Setiap comments sangat berharga bagi saya :)
    Salam sukses!

  • TPDP mas…Tua Pasti Dewasa Pilihan , itulah yg sering diucapkan oleh seorang pimpinan saya.
    Dari kata2 beliau saya sering termotivasi dan introspeksi … untuk menjadi ‘Dewasa’ bukanlah hanya urusan waktu dan usia tapi lebih kepada pilihan diri dan pengambilan sikap.
    @ boleh minta alamat email mas ferry?
    Salam

    DSO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *