• Tantangan dan masalah adalah hal yang biasa hadir dalam hidup kita. Kita menjumpainya dalam kehidupan pribadi, keluarga ataupun pekerjaan.

    Dibalik setiap tantangan dan perubahan, terdapat hikmah dan kesadaran. Itulah bagaimana semesta membangun kita.

    Bila kita memandang tantangan dan masalah sebagai sebuah aspek negative dan kemudian terjebak dalam masalah tersebut. Kita kehilangan momen untuk belajar dari masalah/tantangan tersebut.

    Dalam setiap tantangan atau masalah, tidak ada menjadi masalah apabila kita berpikir solusi. Kemampuan kita melihat permasalahan dengan pemikiran lebih luas, berpikir lateral, kesempatan bagi munculnya ide-ide out of the box serta melihat permasalahan dari sudut pandang yang lain (re-framing).

    Apabila kita melihat lebih jauh lagi, sebenarnya kita akan mudah melihat setiap permasalahan, karena solusi/Jawaban senantiasa menyertai masalah itu sendiri.

    Masalah selalu ada setiap saat. Kekuatan pembelajaran kita ada di management respon emosi dan management respon tindakan. Respon emosi dan aksi kita terhadap suatu permasalahan lah yang membentuk kita menjadi pribadi seperti saat ini.  

    Kita bisa belajar dari alam tentang respon emosi dan aksi kita terhadap permasalahan hidup.

    Kesabaran Tiram mengubah masalah kerikil tajam jadi mutiara, jadi pembelajaran mengelola respon emosi & aksi terhadap masalah.

    Kesabaran seorang Ibu memanage respon emosi & tindakan selama hamil hingga melahirkan buah cinta yang indah ke dunia.

    Masalah adalah sarana pembelajaran menjadi pribadi yang lebih tangguh dalam kurikulum pelajaran bernama hidup & kehidupan.

    Tags: , , , , , ,

  • Malam ini dia datang kembali
    Menyambangi alam mimpi
    Selamat datang sang semar sakti
    Apa sabda kau malam ini?

    Lebih, kurang dan beda persepsi
    Sehat, sakit, hidup dan mati
    Adalah hiasan drama dunia ini
    Mengapa kau khawatir dan takuti

    Rahasia yang banyak orang cari
    Misteri jalani hidup hakiki
    Terdengar pesan kata seiring dia pergi
    Apa yang buatmu bahagia saat ini

    Tags: , , , , , ,

  • Ijinkan saya untuk memperhatikan dan menertawakan setiap respons saya atas kejadian-kejadian yang saya jumpai dan rasakan dalam permainan di dunia ini, yang merupakan pencerminan dari setiap sifat dan namaMu.

    Forgive Me, I am Sorry, Thank You, I Love You.

    Tags: , , , , ,

  • Malam ini saya berusaha memejamkan mata, namun tetap tidak mau terpejam.
    Tanpa sadar ingatan saya kembali ke peristiwa tadi siang.
    Siang hari tadi, saya kedatangan dua sahabat baik saya, obrolan demi obrolan berjalan, hingga satu waktu, salah satu teman saya curhat perihal atasannya yang tidak konsisten atas ucapannya.
    Menurut teman saya, beliau selalu menasehati pegawainya dengan berbagai macam teori manajemen dan norma bagaimana seharusnya bertindak, judgement sama orang, menganjurkan untuk menghargai sesama manusia, dll. Namun uniknya tidak ada satupun yang dia ucapkan terimplementasi secara real di sehari-hari dia bekerja.

    Teman saya sangat kesal dengan atasannya ini, dia berkata,
    “Bayangin aja Fer, dia udah tua, udah seumur bokap gua, harusnya dia sadar dong. Apa yang dilakukan dan dia omongin gak pernah sama. Semua orang dianggap salah, cuman dia aja yang bener.”
    “Udah gitu kalo udah judgement orang, habis manis sepah dibuang deh.”
    “Gua capek Fer”.
    “Musti ngapain ya?

    Saya bingung musti menjawab apa ya, hehehe, akhirnya saya cuman tertawa saja.
    Teman saya malah kesal dengan respons saya.
    “Lo gimana sih Fer, orang gua curhat ama nanya serius, lo malah ketawa, gua lagi kesel tahu!”
    “Yang gua heran dia itu udah tua, bok ya sadar, udah bau tanah gitu.”
    jawab teman saya, yang terlihat makin kesal dengan sikap saya.

    Saya malah tambah ngakak ketawa 🙂
    Tanpa sadar pikiran saya melayang ke saat saya masih kuliah, dan saya pernah membaca sebuah tulisan saya lupa tulisan siapa.
    Beberapa konsepnya saya ingat dan saya pakai untuk menjawab pertanyaan teman saya.

    “Mbak A****, semua manusia pasti akan bertambah usia dan menjadi tua, itu adalah hukum alam, suatu yang pasti. Kalo bijaksana dan bertambah kesadaran adalah pilihan.
    Demi masa semua manusia itu merugi.
    Banyak yang terjebak kenangan di masa lalu dan ketakutan masa depan.
    Hanya sedikit yang sadar dan menjalani masa sekarang (present moment).
    Kejadian lalu sudah berlalu, tidak bisa diulang kembali. Kita hanya bersyukur memperoleh hikmah dari kejadian masa lalu.
    Kejadian masa depan belum terjadi, maka kita bisa persiapkan sebaik mungkin di saat ini untuk masa depan.”
    jawab saya.

    “Gua ngerti Fer, kalo itu mah, tapi kata-kata lo gak jawab pertanyaan gua!”
    keluh teman saya.

    “Hehehe, emang belum selse Mbak”
    , jawabku.

    Katanya;

    “Orang yang beruntung adalah orang yang menyadari present moment, saling mengingatkan dan saling menasihati dalam kebenaran dan untuk menjadi lebih baik di kemudian hari.
    Tugas kita hanya mengingatkan.
    Hanya mengetuk pintu hati orang tersebut.
    Pintu hati itu seperti sebuah pintu besar dan kokoh yang bisa kita ketuk dengan keras atau dengan lembut.
    Namun uniknya pintu besar dan kokoh itu tidak memiliki gagang pintu di luarnya.
    Kenapa?
    Karena pintu itu hanya bisa kita ketuk, namun untuk membukanya musti dari dalam”

    , Jawab saya.


    “Itulah kenapa hal itu terjadi, dan kita tidak bisa menyalahkan mereka, dan atau menjelekkan mereka.
    Ambil saja pelajaran positive dari kata-kata beliau Mbak, pasti selalu ada yang berguna.
    Kita hanya bisa menyadari situasi, mengingatkan yang bersangkutan dan atau memberi contoh apabila dirasa perlu.
    Apabila belum juga berubah, ya belum saatnya memperoleh pencerahan (hidayah).
    Doain aja Mbak, sama Yang Membolak-balikan Hati.

    Udah ah nge-gosip nih jadinya”, jawab saya menutup pembicaraan dan beralih ke topik lain yang bisa membawa rasa menjadi lebih baik.

    Tags: , , , ,

  • Berikut ini petikan dari kolom Manalyst dari majalah Herworld edisi November 2009.

    Pertanyaan :

    Saya dan pacar saya yang sudah berhubungan selama dua tahun, baru-baru ini setuju untuk putus. Saya amat bosan dan memperlakukan dia dengan buruk. Tapi di sisi lain, saya sadar bahwa saya benar-benar mencintainya. Namun, dia bilang hubungan kami tidak akan bisa diperbaiki lagi. Saya ingin dia kembali, tapi tidak ingin nampak putus asa. Apa yang harus saya lakukan?

    Jawaban :

    Hal pertama yang dapat anda lakukan adalah tanyakan kembali ke hati anda, apa yang sesungguhnya Anda inginkan.

    Apakah betul Anda ingin kembali kepada mantan pacar Anda?
    Apakah hanya karena kesepian atau karena Anda betul-betul mencintai mantan pacar Anda tersebut?

    Kalau alasan Anda adalah karena kesepian, mohon dipertimbangkan kembali, karena mungkin akan menambah babak permasalahan baru dan tidak meyelesaikan masalah.

    Kesepian bisa dicarikan solusinya dengan cara yang lain.

    Tapi kalau Anda memang betul-betul mencintainya, ada baiknya anda kontemplasi ke dalam diri, rasakan dan pikirkan kembali apa yang menyebabkan Anda bosan dan kemudian memperlakukan pacar Anda dengan buruk.

    Karena kalaupun Anda dapat kembali lagi pada pacar Anda, tidak menutup kemungkinan kebosanan yang dulu anda rasakan tetap akan terulang kembali dan mungkin saja terjadi  perpisahan akan terjadi untuk kedua kalinya.

    Perihal kesepian, terkadang kita berusaha mencari dan memperoleh perhatian dari orang lain. Hal itu menunjukkan kita, tanpa kita sadari, kita merasa “lack of attention” kepada diri kita sendiri. Apabila kita analogikan, seolah ada “ruang kosong” dalam hati kita, dan berusaha kita isi dengan perhatian dari orang lain. Saat diperhatikan “lack of attention” kita sesaat terpenuhi. Saat kita tidak memperoleh perhatian dari orang lain, kita menjadi hampa kembali. Apakah mungkin kita mengisi “ruang kosong” itu tidak dengan isian yang tepat (kesadaran dan mencintai diri sendiri).(fibriandani)

    Apabila setelah dipikirkan ternyata alasan Anda adalah karena Anda masih benar-benar mencintainya, cobalah untuk berteman kembali dengan mantan pacar Anda tersebut. Sebisa mungkin untuk jangan mengungkit-ungkit dulu masalah hubungan Anda sebelumnya. Be positive, not possessive. Berteman dan bersahabatlah dengannya, yakinlah bahwa pacar Anda akan melihat kembali diri Anda yang dulu dicintainya dan benih-benih cinta itu akan tumbuh kembali secara alami seiring perjalanan waktu.

    Dari sisi Anda sendiri tetaplah fokus pada apa yang anda inginkan, bayangkan Anda kembali bersamanya dalam suatu hubungan yang indah dan menyenangkan. Percayalah dan bersyukurlah bahwa Anda sudah akan mendapatkan moment itu kembali, niscaya Anda akan mendapatkannya.

    Wish you all the best, All is well.

    Ferry Fibriandani
    Founder of Truelife Institute
    Energy Psychology Practitioner

    Tags: , ,

  • Menanggapi pendapat tentang hidup yang disampaikan seorang teman baik, yang selama ini semakin saya kagumi akan keindahannya dalam bertutur dan kelincahannya dalam berfikir 🙂 , saya tertarik untuk ikut berpendapat dan bermaksud kembali mengingatkan diri saya sendiri.

    Hidup adalah sebuah pilihan.
    Sebuah Free Will dan Free Choice yang kita miliki, sesuai dengan tingkat potensi yang kita miliki saat menjumpai pilihan.

    Terkadang menjadi sebuah free will  bagi kita dan terkadang menjadi sebuah free choice.

    Dalam matrix kehidupan yang sangat luar biasa ini (Praise The Almighty Creator), pilihan senantiasa datang dalam kehidupan kita sehari-hari, bagai sebuah list menu tak terhingga yang tiada henti ditawarkan kepada kita semenjak kita menyadari hidup. Kita dididik dan dipengaruhi oleh orang tua, kerabat, sahabat, dan lingkungan dalam setiap pengambilan keputusan semenjak kita kecil, sehingga kita dewasa dan mampu menentukan arah pilihan kita sendiri. Dan setiap pilihan yang kita ambil, senantiasa terdapat konsekuensi yang mendampingi.

    Terkadang pilihan yang kita ambil, membuat kita bahagia, terkadang didampingi konsekuensi yang kurang berkenan di hati kita, itu menjadi sebuah ritme kehidupan, sebuah komposisi nada yang menjadi soundtrack kehidupan kita.
    Tidak ada pilihan yang salah selama kita memilihnya dengan kesadaran. Dan konsekuensi yang mendampinginya pun senantiasa akan membuat tingkat kesadaran dan rasa syukur kita akan hidup dan kehidupan semakin berkembang.

    Tidak ada realitas yang absolut, realitas hanya terjadi dalam pikiran kita. Persepsi kita akan sesuatu yang kita namankan “kenyataan”.
    Namun kita kembali diberikan potensi untuk “menciptakan kenyataan yang kita inginkan” melalui hati dan akal kita.

    Adalah our birth-rights untuk memilih jenis kehidupan yang kita inginkan, yang membuat kita bahagia, sehat, sejahtera, bijaksana dan berkelimpahan misalnya.

    Hidup adalah kumpulan pilihan dan konsekuensinya, dan hak kita untuk memilih dan menjalani kenyataan hidup dengan kesadaran, yang pada akhirnya akan semakin meningkatkan kualitas kesadaran dan rasa syukur pada Sang Pemberi Hidup. (fibriandani)

    Thank you GOD, The Most Merciful, The Most Gracious… for all the blessings.

    Tags: , , , , , , ,

  • Hal yang paling menantang (saya prefer kata “menantang” dibanding kata “terberat”) adalah saat membaca ayat-ayat tersembunyi yang harus kita baca saat kita mengalami peristiwa yang membuat kita sedih, kecewa, tersinggung, kegagalan dan emosi negative lainnya.

    Hal yang paling mudah adalah menyalahkan orang lain atau situasi (fault finding), demi mempertahankan kondisi nyaman (comfort zone) perasaan dalam diri kita.

    Kita seyogyanya lebih banyak introspeksi ke dalam diri sendiri, mengapa peristiwa itu bisa terjadi. Memperoleh hikmah dari peristiwa itu, agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan meningkatkan kualitas kesadaran kita.(fibriandani)


    Sesungguhnya semua peristiwa dan orang yang datang dan membawa emosi negative (kesedihan, ketakutan, kekecewaan, tersinggung, dll) adalah messenger bagi kita, bahwa masih ada emosi negative yang harus kita release agar tidak membebani kita dalam mengarungi hidup (duka diri).

    Tags: , ,

  • Bacalah, Bacalah, Bacalah…

    Sebuah perintah sederhana yang terkesan mudah namun sukar untuk dilaksanakan dan disadari.

    Membaca semua tanda-tanda yang ada di sekitar kita. apapun yang hadir dalam hidup dan kehidupan kita adalah ayat-ayat tersembunyi yang harus kita baca dan sadari. “Ke mana pun engkau menghadap, kamu akan menemukan wajah Sang Pencipta.”

    Apapun hal, peristiwa atau seseorang yang membuat kita bahagia, adalah ayat dimana kita bersyukur akan semua nikmat yang datang.

    Begitu juga saat kita berhadapan dengan hal, peristiwa atau seseorang yang membuat kita sedih, adalah ayat yang harus kita baca dan disadari. Sebagai pengingat bagi kita untuk tidak terlarut dalam kesedihan.

    Tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, itu semua relatif, yang ada hanya sebuah kesadaran diri untuk disadari.

    “Membaca” membuat kita sadar bahwa dalam menjalani hidup dan kehidupan, adalah pilihan dan konsekuensi. Namun yang lebih utama adalah dalam memilih maupun menjalani pilihan hidup, kita menjalani dengan kesadaran. Sekali lagi tidak ada yang benar dan salah, karena semua konsekuensi yang kita hadapi dan kita peroleh dari pilihan dengan kesadaran hanya akan meningkatkan kualitas kesadaran kita itu sendiri (fibriandani).

    Tags: , , , , , ,

   

Recent Posts

Recent Comments

  • Mas Syaifuddin, acara ini merupakan acara rutin dari Gerakka...
  • Ingin gabung,gmn caranya? mksh.
  • TPDP mas...Tua Pasti Dewasa Pilihan , itulah yg sering diuca...
  • Terima kasih Mbak Marisa, semoga Mbak sehat, sukses dan baha...
  • Bagus banget mas.. Semua yang ditulis mas febri selalu menja...