• Pertanyaan:

    Saya sedang menjalin hubungan dengan rekan kerja satu kantor. Sejauh ini semua baik-baik saja. Tidak ada gosip atau cerita miring. Mungkin karena kami bisa bersikap profesional dan tidak macam-macam. Masalahnya, belakangan saya justru sedikit bosan dengan ritual yang seperti itu-itu saja, juga kerapnya frekuensi saya dan pasangan bertemu. Bagaimana ya cara mengatasinya?
    (******, Jakarta)

    Jawaban :

    Hi ******Selain banyak hal menyenangkan dalam berpacaran sesama rekan kerja, terkadang ada masanya, terjebak dalam rutinitas karena terlalu seringnya bertemu dan membahas masalah yang sama.
    Untuk menghindari kebosanan, anda dapat menciptakan suasana, games  dan peraturan  yang “berbeda”, romantis dan menyenangkan untuk menyegarkan kualitas rasa hubungan anda.
    Terkadang kita lupa membawa masalah pekerjaan saat bertemu dengannya, sehingga bisa diciptakan peraturan, sebisa mungkin tidak membahas diskusi seputar pekerjaan.
    Menjadikan saat kencan anda menjadi sebuah suasana special, dengan sama-sama mencari ide  segar , bertema khusus dan menyenangkan untuk dijalani bersama.  Misal jalan-jalan ke daerah tua di jakarta, petualangan mencoba makanan khas dan berburu foto suasana yang unik.
    Meluangkan waktu bersama, berpetualang  mencoba belajar hal baru, misal melukis, bermain perkusi, snorkeling, belajar private martial arts singkat untuk couples, yoga, scrapbook, kamera lomo, kursus memasak, dll.
    Dunia ini penuh dengan ide dan hal “indah” untuk diexplore oleh kalian berdua :)
    Jadikan saat kencan dan kebersamaan anda adalah saat yang indah, sakral, berbeda, fun dan romantis.
    Selamat mencoba…

  • Tantangan dan masalah adalah hal yang biasa hadir dalam hidup kita. Kita menjumpainya dalam kehidupan pribadi, keluarga ataupun pekerjaan.

    Dibalik setiap tantangan dan perubahan, terdapat hikmah dan kesadaran. Itulah bagaimana semesta membangun kita.

    Bila kita memandang tantangan dan masalah sebagai sebuah aspek negative dan kemudian terjebak dalam masalah tersebut. Kita kehilangan momen untuk belajar dari masalah/tantangan tersebut.

    Dalam setiap tantangan atau masalah, tidak ada menjadi masalah apabila kita berpikir solusi. Kemampuan kita melihat permasalahan dengan pemikiran lebih luas, berpikir lateral, kesempatan bagi munculnya ide-ide out of the box serta melihat permasalahan dari sudut pandang yang lain (re-framing).

    Apabila kita melihat lebih jauh lagi, sebenarnya kita akan mudah melihat setiap permasalahan, karena solusi/Jawaban senantiasa menyertai masalah itu sendiri.

    Masalah selalu ada setiap saat. Kekuatan pembelajaran kita ada di management respon emosi dan management respon tindakan. Respon emosi dan aksi kita terhadap suatu permasalahan lah yang membentuk kita menjadi pribadi seperti saat ini.  

    Kita bisa belajar dari alam tentang respon emosi dan aksi kita terhadap permasalahan hidup.

    Kesabaran Tiram mengubah masalah kerikil tajam jadi mutiara, jadi pembelajaran mengelola respon emosi & aksi terhadap masalah.

    Kesabaran seorang Ibu memanage respon emosi & tindakan selama hamil hingga melahirkan buah cinta yang indah ke dunia.

    Masalah adalah sarana pembelajaran menjadi pribadi yang lebih tangguh dalam kurikulum pelajaran bernama hidup & kehidupan.

    Tags: , , , , , ,

   

Recent Posts

Recent Comments

  • Mas Syaifuddin, acara ini merupakan acara rutin dari Gerakka...
  • Ingin gabung,gmn caranya? mksh.
  • TPDP mas...Tua Pasti Dewasa Pilihan , itulah yg sering diuca...
  • Terima kasih Mbak Marisa, semoga Mbak sehat, sukses dan baha...
  • Bagus banget mas.. Semua yang ditulis mas febri selalu menja...