• WHAT A MAN WANTS

    Herworld Magazine , Aug 2010 – relationship feature

    “Saya belum dilamar juga. Kurang saya apa?” Temukan jawaban pertanyaan tadi bersama ELFIDA dan FERRY FIBRIANDANI.

    Di edisi Juli kemarin, her world membahas perempuan-perempuan single pada usia yang menurut pandangan masyarakat sudah sepantasnya untuk berkeluarga. Kecuali pilihan hidup, rata-rata dari mereka mengemukakan alasan bahwa kondisi tersebut dikarenakan belum bertemu seseorang yang tepat, meski mungkin sedang menggandeng pasangan (baca: pacar).

    Sekarang, memiliki kekasih tampaknya bukan lagi jaminan Anda akan dilamar, berakhir di pelaminan, dan menyandang status baru, yaitu seorang nyonya. Semakin banyak Mr. Picky-juga Mrs. Picky-di luar sana. Seorang teman sampai harus memutar otak bagaimana menggiring pasangan yang sudah bersamanya selama sekitar lima tahun, untuk masuk dalam zona obrolan soal lamaran. Itu baru obrolan lho, perwujudannya entah butuh waktu berapa lama lagi. Sementara, tidak sedikit yang saya saksikan, menghabiskan waktu singkat saja sebelum akhirnya menikah.

    Kalau meributkan quote laki-laki takut akan komitmen pernikahan, siapa bilang gejala ini tidak ada di kaum perempuan. Tapi tulisan ini tentunya bukan mengenai mereka. Nah, perempuan-perempuan yang menanti untuk segera dilamar pun jadi sibuk bertanya-tanya, kriteria ideal apa sih yang harus dimiliki supaya pasangan tidak ragu lagi memilih mereka sebagai istri? Kenapa saya berani bilang begitu? Karena pertanyaan-pertanyaan sejenis maupun nyerempet, sering diterima redaksi untuk artikel Ask the Manalyst. Yang pada akhirnya, membuat salah satu narasumber pengasuh artikel tersebut, Ferry Fibriandani, penasaran dan melakukan survey. Dilakukan kepada 102 orang responden laki-laki berusia 25-40, single maupun sudah menikah dan berdomisili di Jakarta, diharapkan hasil survey ini dapat menjawab rasa penasaran kaum perempuan.

    Sebelum menyebar kuesioner, Ferry terlebih dulu melakukan focus group discussion untuk menentukan kriteria apa saja yang akan dicantumkan di dalamnya. Diperoleh 10 kriteria, yaitu: penampilan fisik, dewasa, pintar, dapat dipercaya, hormat dan menghargai, penuh pengertian, selera humor, mandiri (secara financial dan aktifitas hidup sehari-hari), mengurus dan memanjakan, dan terakhir membuat laki-laki merasa dibutuhkan. Para responden akan menilai ke-10 kriteria tadi dalam skala mulai dari sangat tidak penting, tidak penting, biasa saja, penting, sampai sangat penting. Focus group discussion juga dilakukan untuk memilih bahan pertanyaan dan dasar survey. Basic ilmu statistik dipakai untuk menentukan syarat kecukupan data, tingkat kepercayaan, dan tingkat ketelitian. Berikut hasil yang diperoleh dari survey, berurutan dari kriteria kurang populer sampai yang paling hits!

    10. MANDIRI > 10%

    Hasil di atas mengejutkan saya. Begini, saya mengira bahwa kriteria mandiri akan masuk top 5. Kebanyakan keluhan laki-laki zaman sekarang yang saya dengar “Susah menghidupi keluarga terutama di Jakarta, kalau perempuan tidak bekerja.” Tapi ternyata, hasil survey justru berkata sebaliknya. Tidak harus menjadi perempuan karier untuk dilamar, namun kalau Anda berkarier ya tidak ada salahnya juga. Mbing* (36) yang berprofesi sebagai seorang desainer grafis berujar, “Dalam keluarga, urusan finansial adalah tugas laki-laki. Perempuan lebih kepada sisi non-materi”. Arie Handika, seorang product manager di sebuah perusahaan telekomunikasi yang berusia 28 tahun pun setuju. Menurutnya, biarkan laki-laki mengurus masalah finansial supaya bisa menjelma menjadi sosok pahlawan dalam keluarga.

    9. SELERA HUMOR >17%

    Siapa yang menyangka bahwa selera humor akan berada di dua terbawah. Saya berseloroh dengan Ferry, Wah, ternyata perempuan lucu enggak laku di Jakarta.” Menurut Benni Imam, seorang wiraswasta berusia 37 tahun, selera humor merupakan hal yang tidak mutlak harus ditonjolkan oleh seorang perempuan karena cenderung menunjukkan bahwa ia tidak serius. Namun berbeda dengan Arie, dia termasuk dari 17% yang memilih selera humor sebagai kriteria sangat penting. “Bikin joke itu butuh energi lho, jadi kalau pasangan enggak ngerti bercandanya saya, wah rasanya seperti buang-buang energi saja,” jelasnya yang langsung saya sambut dengan tawa.

    8. PENAMPILAN FISIK >19%

    Saya juga kaget mendapati kriteria di atas berada di bottom three dari hasil survey. Arie bilang, penampilan fisik itu penting, tapi bukan kebutuhan. Dedi (36), seorang wiraswasta yang bergerak di bidang pertambangan batubara menyebutkan, “Memang, tidak ada laki-laki yang tidak mau pasangannya tampil menarik, tapi ada yang lebih penting dari sekadar penampilan fisik.” Ihsan (30), laki-laki yang bekerja di bidang mobile internet application pun berpendapat bahwa penampilan fisik seorang perempuan untuk screening pas pertemuan pertama saja. Dengan bijaknya, Mbing menambahkan bahwa yang terpenting mengenai fisik seorang perempuan adalah kemampuan mereka menghargainya. Tak mau kalah, Benni pun berujar bahwa yang terpenting adalah rasa percaya diri. “Dengan percaya diri, perempuan akan mampu menempatkan dirinya dengan baik di segala kesempatan,” katanya.

    7. MENGURUS & MEMANJAKAN >23%

    Ini kriteria paling penting yang akan saya pilih, seandainya saya seorang laki-laki. Tapi menurut Benni sih, tidak semua laki-laki senang dimanja. “Perempuan yang senang memanjakan pasangan, ujung-ujungnya berubah menjadi sosok posesif, atau ada maunya hahaha,” sambungnya.

    6. PINTAR >25%

    Perempuan pintar dapat memberi motivasi kepada laki-laki supaya lebih pintar, itu pendapat Benni. Sementara Mbing menilai kategori ini dengan lebih serius. Katanya, secara akademis perempuan justru harus lebih pintar dibanding laki-laki. Hal ini disebabkan tugasnya dalam mendidik anak-anak. “Perempuan harus siap menjadi manajer multitalenta. Pekerjaan di rumah itu lebih ribet daripada di kantor lho,” tambahnya.

    5. MEMBUAT LAKI-LAKI MERASA DIBUTUHKAN >25%

    Top 5 hasil survey diawali dengan kriteria di atas. Laki-laki senang merasa dibutuhkan karena itu berkaitan dengan egonya. Namun hati-hati, ada kondisi-kondisi tertentu di mana mereka akan bangga karena merasa dibutuhkan atau dapat diandalkan oleh pasangan. Kondisi tersebut terutama berkaitan dengan masalah atau ujian yang terjadi dalam hubungan, sebagai pembuktian akan kemampuan mereka dalam penyelesaiannya. “Dapat diandalkan bukan berarti saya harus siap-sedia 24 jam mengantar dan menemani ke mana pun kekasih hati pergi,” jelas Dedi.

    4. DEWASA > 28%

    Sifat dewasa dari perempuan berada di urutan keempat. “Dewasa maksudnya seorang perempuan mampu menempatkan segala urusan berdasarkan prioritas.” urai Dedi yang sudah menikah selama 11 tahun. Benni pun menganggap bahwa kedewasaan perempuan penting untuk mampu menilai pasangan dan perjalanan hubungan mereka secara bijak.

    3. PENUH PENGERTIAN >44%

    Kriteria ini sering kita dengar. Pertanyaan selanjutnya, apa sih batasan pengertian di mata mereka? Berikut beberapa situasi yang diungkap, di mana mereka membutuhkan pengertian dari pasangan. “Saya mau pasangan memiliki pengertian tinggi terutama terhadap tuntutan karier dan pekerjaan saya yang terkadang menyita waktu sampai malam. Hal itu penting untuk menjaga kelancaran hubungan kami,” terang Arie.

    Saya terlibat di beberapa organisasi sosial, sehingga banyak waktu habis untuk itu. Secara materi memang tidak memberi timbal balik apa-apa, saya melakukannya untuk alasan kepuasan batin. Saya cuma mau pasangan paham dan menerima. Ia tidak perlu memberi dukungan dalam bentuk mengikuti semua kegiatan saya,” jelas Ihsan panjang lebar.

    Benni menyetujui pendapat Ihsan barusan. Menurutnya, perempuan yang penuh pengertian itu penting untuk mendukung pasangannya dalam berkarya. Yang dimaksud dengan berkarya, misalnya dalam menyalurkan hobi atau bakat seperti bermusik, olahraga, otomotif, seni fotografi, dan lain-lain yang memerlukan waktu dan biaya tidak sedikit. “Terkadang, perempuan suka rewel dengan masalah-masalah seperti itu. Padahal kami butuh kebebasan untuk berekspresi supaya tidak monoton dalam menjalani rutinitas sehari-hari,” urainya.

    Sepulangnya dari kerja, laki-laki dalam keadaan penat. Pasangan seharusnya jangan bertanya-tanya dulu untuk membiarkan kami cooling down. Kalau sudah rileks, tanpa ditanya pun kami akan menceritakan segala hal yang dialami kok,” situasi lain yang dicontohkan Dedi. Mbing menambahkan bahwa perempuan penuh pengertian maksudnya mau menerima kondisi pasangan sebaik dan seburuk apa pun.

    2. HORMAT & MENGHARGAI >59%

    Rasa hormat dan menghargai ini perwujudan ego laki-laki,” tegas Mbing tanpa tedeng aling-aling. Dedi menambahkan, bahwa sesukses atau setinggi apa pun karier perempuan dibanding laki-laki, ia harus tetap hormat kepada laki-laki sebagai pasangan, terlebih bila sudah menjadi suami.

    1. DAPAT DIPERCAYA >78%

    Saya sempat bertanya-tanya maksud dari kriteria di atas. Apakah perempuan sekarang semua tampil mencurigakan di mata laki-laki? Para responden menanggapi kebingungan saya dengan tertawa. Arie bilang, keputusan apakah seorang perempuan dapat dipercaya atau tidak, diperoleh dari hubungan yang terbina. “Perempuan yang dapat dipercaya akan membuat saya merasa nyaman kemudian mantap melangkah ke jenjang berikutnya,” urainya. “Saya mengukur seberapa besar seorang perempuan dapat dipercaya dari hal kecil seperti apakah dia mau membicarakan semua kegiatannya pada saya,” masih jelas Arie. Arie melanjutkan, “Perempuan yang dapat dipercaya itu berbanding lurus dengan jujur. Kejujuran paling penting dalam hubungan karena membuat seseorang tidak berani melakukan tindakan macam-macam di luar sepengetahuan pasangannya. Dan sifat ini menular. Jadi kalau saya dapat mempercayai pasangan, saya pun akan berusaha sekuat tenaga supaya dapat dipercaya juga.”

    Menurut Dedi, tanda-tanda apakah perempuan dapat dipercaya atau tidak memang tidak terlihat secara fisik. “Lebih pakai feeling untuk menilainya,” jelasnya. Namun, kriteria ini tetap menjadi dasar untuk membina hubungan sehat. “Kalau kita sudah percaya pada pasangan, apa pun yang dilakukannya tidak akan menimbulkan kecurigaan, sehingga saya tidak akan menginterogasinya secara berlebihan. Ia pun melakukan kegiatannya dengan perasaan tenang,” ungkap Dedi.

    Mbing mempunyai teori sendiri mengenai ini. Menurutnya, kepintaran bisa diperoleh dari proses belajar, namun kejujuran itu adalah bawaan hati tiap-tiap orang, tidak ada ilmunya. Makanya untuk memilih pasangan hidup, kriteria dapat dipercaya ini yang paling penting menurutnya.

    Bagaimana, sudahkah kriteria di atas ada pada diri Anda?

    * Bukan nama sebenarnya.

    **Ferry Fibriandani adalah founder Truelife Institute, praktisi di bidang Energy Psychology, sekaligus seorang Business Transformation Coach.

    Tags: , ,

   

Recent Posts

Recent Comments

  • Mas Syaifuddin, acara ini merupakan acara rutin dari Gerakka...
  • Ingin gabung,gmn caranya? mksh.
  • TPDP mas...Tua Pasti Dewasa Pilihan , itulah yg sering diuca...
  • Terima kasih Mbak Marisa, semoga Mbak sehat, sukses dan baha...
  • Bagus banget mas.. Semua yang ditulis mas febri selalu menja...