• Saya teringat kejadian dua bulan yang lalu, dimana saya berkesempatan bertemu kembali dengan seorang sahabat lama saat saya masih di bangku sekolah dasar. Kita saling bertukar cerita mengenai perjalanan hidup masing-masing. Setelah ngobrol ngalor-ngidul soal indahnya saat-saat masa kecil dahulu, sahabat saya muncul dengan sebuah pertanyaan, “Fer, kenapa kamu koq pindah-pindah kerjaan dan macem-macem bidang sih? Sempet jadi pegawai negeri, usaha sendiri, perusahaan keluarga, perusahaan swasta, sampe multi nasional. Dari mulai ngurusin sales, customer service, telekomunikasi, sumberdaya manusia, sampe ngurusin artikel majalah wanita dan buka praktek di klinik mu. Kayaknya kamu nggak focus dan loncat-loncat deh. Apa sih yang kamu cari?”

    Jawaban saya saat itu hanyalah singkat, “kepengen aja, asyik lagi belajar banyak hal.” Kemudian pembicaraan saya alihkan ke topik lain yang lebih ringan dan lucu.

    Beberapa hari kemudian, saat saya mencoba untuk memejamkan mata dan menuju tidur saya malam itu. Gambaran kejadian bersama sahabat lama tersebut muncul kembali, demikian pula pertanyaannya kala itu. Sebuah pertanyaan yang mendekati sebuah pertanyaan lama yang dari dahulu senantiasa datang ke hati saya. Apa yang saya cari di hidup ini? Apakah salah apa yang saya lakukan?

    Pikiran dan rasa terus menari dan berdiskusi tentang hal ini, tanpa sadar keduanya berjalan dan beralih ke ingatan lama saat saya masih kecil. Saya teringat akan Nenek yang sering berdongeng tentang wayang menjelang saya tidur. Tokoh kesayangan saya adalah Semar. Dia sering digambarkan oleh nenek sebagai orang yang sangat baik, sabar, sederhana dan bijaksana. Entah kenapa bayangan tokoh ini semakin jelas dalam benak saya. Ah saya coba iseng saja menciptakan sebuah percakapan dengannya.

    “Wahai Semar, apa sih yang saya cari saat ini? Apakah saya salah apabila melakukan banyak hal, seperti apa yang saya lakukan saat ini? dan kegiatan apa yang baiknya saya lakukan ke depan, apabila saya merasa bosan?” tanya saya.

    Semar hanya tersenyum dan dan bicara dengan tutur yang halus, “Apa yang membuatmu bahagia Nak?” jawabnya seiring dengan sosoknya yang semakin menghilang dari benak saya.

    Hmmm, sebuah jawaban sederhana dengan kedalaman makna. Saya jadi teringat dengan kata-kata Paulo Coelho : A personal legend is the path we decide to take that fills our heart with enthusiasm. It is the path of our dreams. Sebuah keterangan singkat dari makna legenda diri seorang anak bernama Santiago dalam bukunya, The Alchemist.

    Ya, Tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar. Setiap pilihan yang kita pilih dengan kesadaran dan kegembiraan, tidak pernah akan salah, dan tidak penah akan ada pilihan salah juga anyway ๐Ÿ™‚ Mempelajari dan mengalami banyak hal adalah proses pembelajaran. Hidup adalah belajar, tumbuh, berkarya dan berkembang selaras dengan perkembangan semesta.

    Sesuatu yang membuat kita memiliki gairah dalam mengerjakannya akan membuat kita bisa berkarya lebih giat, dengan hasil yang lebih baik, disertai dengan suka cita.

    Jadi ingat quotation dari John Lennon, โ€œTime you enjoy wasting is not wastedโ€. Sesuatu yang kita kerjakan dengan suka cita dan terkadang memakan waktu yang cukup lama, akan membuat kita banyak belajar dan berkarya dengan hati yang lebih senang dan bukanlah aktivitas membuang waktu.

    Saat kita berani memulai melangkahkan kaki dengan antusias mengikuti apa yang kita inginkan (personal legends). Semua jaring-jaring matrix semesta seolah terangkai dengan sendirinya, berbagai peristiwa yang mendukung upaya kita seolah mendekati kita. Terkadang seperti sebuah kebetulan-kebetulan yang terjadi dari jalan dan tempat yang tidak kita duga. Semua hal seolah teratur dengan sendirinya.Seolah alam semesta berkonspirasi untuk menolong kita dalam mewujudkan impian kita. Ini seolah tanda restu bagi kita, jalan Tuhan yang telah kita pilih di dunia ini. Hal ini merupakan berkah bagi orang-orang yang memiliki keberanian dalam menghadapi mimpi mereka sendiri.

    Jadi teringat kembali samar-samar suara Sang Semar, โ€œapa yang membuatmu bahagia Nak?โ€

    Terima kasih Sang Semar, saya mengerti.

    Selamat malam, sering-sering main ya, pintaku ….

    *) nama dan peristiwa yang tertulis di sini ada yang benar dan ada juga yang rekaan, semata-mata untuk menyukseskan tulisan yang saya buat dengan hati yang senang ini.

    Tags: , , , , ,

   

Recent Posts

Recent Comments

  • Mas Syaifuddin, acara ini merupakan acara rutin dari Gerakka...
  • Ingin gabung,gmn caranya? mksh.
  • TPDP mas...Tua Pasti Dewasa Pilihan , itulah yg sering diuca...
  • Terima kasih Mbak Marisa, semoga Mbak sehat, sukses dan baha...
  • Bagus banget mas.. Semua yang ditulis mas febri selalu menja...