• Perhatikan sekitar kita, belajar kebijakan besar dari hal terkecil disekitar kita.

    Banyak hal besar terjadi di alam setiap detiknya, kesadaran dan rasa penasaran menjadikannya pelajaran berharga bagi hidup dan kehidupan.

    Banyak hal besar terjadi di alam setiap detiknya. Sikap ignorance membuai kita dan membuat kita memilih untuk mengabaikannya.

    Kita adalah subjek, sekaligus predikat dan juga sekaligus objek di sastra alam raya. Oleh karena itu, akan selaras dalam indahnya sastra semesta apabila kita ikut menulis, membaca dan menyebarkan kebijakan semesta. Dengan semangat sama-sama saling belajar dan mengembangkan diri, dengan begitu akan lebih banyak karya yang membawa kebaikan bagi lebih banyak orang, sekaligus di satu sisi memperkaya gaya bahasa dan plot sastra semesta.

    Karena kita seperti halnya setiap titik debu membangun konfigurasi semesta. Seperti halnya setiap sel bekerja sendiri dan bersama-sama membangun keutuhan suatu individu dan makhluk. Seperti daun yang bersama-sama membentuk keindahan dan fungsi sesuai pola alam dari setiap pohon.

    Tidak ada pribadi yang biasa, semua orang adalah luar biasa, signifikan dengan peran dan keunikan masing-masing membangun keutuhan semesta. Setiap individu adalah perwujudan terkecil peta semesta.

    Tags: , , , ,

  • Malam ini dia datang kembali
    Menyambangi alam mimpi
    Selamat datang sang semar sakti
    Apa sabda kau malam ini?

    Lebih, kurang dan beda persepsi
    Sehat, sakit, hidup dan mati
    Adalah hiasan drama dunia ini
    Mengapa kau khawatir dan takuti

    Rahasia yang banyak orang cari
    Misteri jalani hidup hakiki
    Terdengar pesan kata seiring dia pergi
    Apa yang buatmu bahagia saat ini

    Tags: , , , , , ,

   

Recent Posts

Recent Comments

  • Mas Syaifuddin, acara ini merupakan acara rutin dari Gerakka...
  • Ingin gabung,gmn caranya? mksh.
  • TPDP mas...Tua Pasti Dewasa Pilihan , itulah yg sering diuca...
  • Terima kasih Mbak Marisa, semoga Mbak sehat, sukses dan baha...
  • Bagus banget mas.. Semua yang ditulis mas febri selalu menja...