• Semalam saya bermimpi.
    Rasanya sudah lama saya tidak mengalami mimpi yang sejernih dan sejelas mimpi tadi malam.
    Sebelum tidur, saya memang sempat bertanya, “GOD, why some people cruel to others so they can feel superior. Are they do not realize that they were hurting other people just to mantain their ego exist?”
    Ask and it is given :)
    Malamnya saya memperoleh mimpi tersebut;

    Saya merasa ada disebuah bukit, dimana sedang berlangsung pertempuran antar pendekar dunia silat.
    Begitu kerasnya persaingan diantara para pendekar silat, sehingga seolah-olah dihalalkan untuk menyakiti bahkan meniadakan keberadaan pendekar lain demi sebuah gelar pendekar terbaik/tersakti.
    Saya bertanya mengapa?
    Tiba-tiba semua menjadi sepi, dan rasanya saya berada disebuah pilar/tiang besar yang semakin lama semakin tinggi menjulang ke langit.
    Kuperhatikan langit senja terasa indah dengan kuasan warna jingga sang Illahi, dan terdapat sebuah bulatan cahaya putih jingga, seolah berpesan;

    Mengapa manusia berlomba untuk menjadi yang terbaik, hanya demi memuaskan dahaga “merasa lebih baik dari orang lain“.
    Terkadang terpaksa menyakiti hati orang lain, semata-mata agar kita bisa lebih baik dari mereka.
    Terkadang mengabaikan suara hati kecil akan rasa bersalah.
    Dan manusia merasa kecewa dan sering kali menyalahkan orang lain disaat mereka mengalami kegagalan.
    Di atas gunung masih ada gunung.
    Di atas langit masih ada langit.
    Manusia hanya bisa berupaya sungguh sungguh sebaik yang mereka bisa.
    Sebagaimana halnya aturan dunia, selalu akan ada oranglain yang lebih baik dari kita
    Terkadang kita diberi kesuksesan agar kita merasa bahagia dan bersyukur.
    Terkadang kita mengalami hasil yang diluar keinginan kita.
    Semata-mata, masih ada hal yang perlu kita pelajari dari kejadian itu.
    Semata-mata, agar kita bisa merasa bersyukur saat kita mengalami keberhasilan.
    Semata-mata agar kita tidak menjadi sombong dan lupa diri saat kita mengalami kesuksesan.
    Semata-mata karena Sang Illahi tahu ada hal yang jauh lebih baik bagi kita dibalik semua itu.
    Divine knows better.

    Tiba-tiba aku terbangun dan tersenyum – senyum :)
    Yes, Divine knows better.
    Thank YOU, The Most Merciful, The Most Gracious ….

    Tags:

   

Recent Posts

Recent Comments

  • Mas Syaifuddin, acara ini merupakan acara rutin dari Gerakka...
  • Ingin gabung,gmn caranya? mksh.
  • TPDP mas...Tua Pasti Dewasa Pilihan , itulah yg sering diuca...
  • Terima kasih Mbak Marisa, semoga Mbak sehat, sukses dan baha...
  • Bagus banget mas.. Semua yang ditulis mas febri selalu menja...