{"id":448,"date":"2009-11-03T21:50:06","date_gmt":"2009-11-03T13:50:06","guid":{"rendered":"http:\/\/www.fibriandani.com\/?p=448"},"modified":"2009-11-05T01:55:42","modified_gmt":"2009-11-04T17:55:42","slug":"manalyst-herworld-edisi-november","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.fibriandani.com\/?p=448","title":{"rendered":"Manalyst Herworld Edisi November (versi asli \/ unedited)"},"content":{"rendered":"<p>Berikut ini petikan dari kolom Manalyst dari majalah Herworld edisi November 2009.<\/p>\n<p>Pertanyaan :<\/p>\n<p><em>Saya dan pacar saya yang sudah berhubungan selama dua tahun, baru-baru ini setuju untuk putus. Saya amat bosan dan memperlakukan dia dengan buruk. Tapi di sisi lain, saya sadar bahwa saya benar-benar mencintainya. Namun, dia bilang hubungan kami tidak akan bisa diperbaiki lagi. Saya ingin dia kembali, tapi tidak ingin nampak putus asa. Apa yang harus saya lakukan?<\/em><\/p>\n<p>Jawaban :<\/p>\n<p>Hal pertama yang dapat anda lakukan adalah tanyakan kembali ke hati anda, apa yang sesungguhnya Anda inginkan.<\/p>\n<p>Apakah betul Anda ingin kembali kepada mantan pacar Anda?<br \/>\nApakah hanya karena kesepian atau karena Anda betul-betul mencintai mantan pacar Anda tersebut?<\/p>\n<p>Kalau alasan Anda adalah karena kesepian, mohon dipertimbangkan kembali, karena mungkin akan menambah babak permasalahan baru dan tidak meyelesaikan masalah.<\/p>\n<p>Kesepian bisa dicarikan solusinya dengan cara yang lain.<\/p>\n<p>Tapi kalau Anda memang betul-betul mencintainya, ada baiknya anda kontemplasi ke dalam diri, rasakan dan pikirkan kembali apa yang menyebabkan Anda bosan dan kemudian memperlakukan pacar Anda dengan buruk.<\/p>\n<p>Karena kalaupun Anda dapat kembali lagi pada pacar Anda, tidak menutup kemungkinan kebosanan yang dulu anda rasakan tetap akan terulang kembali dan mungkin saja terjadi\u00a0 perpisahan akan terjadi untuk kedua kalinya.<\/p>\n<blockquote><p>Perihal kesepian, terkadang kita berusaha mencari dan memperoleh perhatian dari orang lain. Hal itu menunjukkan kita, tanpa kita sadari, kita merasa \u201clack of attention\u201d kepada diri kita sendiri. Apabila kita analogikan, seolah ada \u201c<em>ruang kosong<\/em>\u201d dalam hati kita, dan berusaha kita isi dengan perhatian dari orang lain. Saat diperhatikan \u201c<em>lack of attention<\/em>\u201d kita sesaat terpenuhi. Saat kita tidak memperoleh perhatian dari orang lain, kita menjadi hampa kembali. Apakah mungkin kita mengisi \u201c<em>ruang kosong<\/em>\u201d itu tidak dengan isian yang tepat (kesadaran dan mencintai diri sendiri).<span style=\"font-size: 8pt; font-family: &quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; color: #ffffff;\">(fibriandani)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p>Apabila setelah dipikirkan ternyata alasan Anda adalah karena Anda masih benar-benar mencintainya, cobalah untuk berteman kembali dengan mantan pacar Anda tersebut. Sebisa mungkin untuk jangan mengungkit-ungkit dulu masalah hubungan Anda sebelumnya. <em>Be positive, not possessive<\/em>. Berteman dan bersahabatlah dengannya, yakinlah bahwa pacar Anda akan melihat kembali diri Anda yang dulu dicintainya dan benih-benih cinta itu akan tumbuh kembali secara alami seiring perjalanan waktu.<\/p>\n<p>Dari sisi Anda sendiri tetaplah fokus pada apa yang anda inginkan, bayangkan Anda kembali bersamanya dalam suatu hubungan yang indah dan menyenangkan. Percayalah dan bersyukurlah bahwa Anda sudah akan mendapatkan moment itu kembali, niscaya Anda akan mendapatkannya.<\/p>\n<p>Wish you all the best, All is well.<\/p>\n<p>Ferry Fibriandani<br \/>\nFounder of Truelife Institute<br \/>\nEnergy Psychology Practitioner<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut ini petikan dari kolom Manalyst dari majalah Herworld edisi November 2009. Pertanyaan : Saya dan pacar saya yang sudah berhubungan selama dua tahun, baru-baru ini setuju untuk putus. Saya amat bosan dan memperlakukan dia dengan buruk. Tapi di sisi lain, saya sadar bahwa saya benar-benar mencintainya. Namun, dia bilang hubungan kami tidak akan bisa &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/www.fibriandani.com\/?p=448\" class=\"more-link\">Read more<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Manalyst Herworld Edisi November (versi asli \/ unedited)&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[105,8,106],"tags":[108,19,107],"class_list":["post-448","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-manalyst","category-personal","category-relationship","tag-hubungan","tag-kesadaran","tag-kesepian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.fibriandani.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/448","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.fibriandani.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.fibriandani.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.fibriandani.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.fibriandani.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=448"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.fibriandani.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/448\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":465,"href":"https:\/\/www.fibriandani.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/448\/revisions\/465"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.fibriandani.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.fibriandani.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.fibriandani.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}