• Pertanyaan :

    Suami saya sama sekali enggak mau membantu saya beres-beres rumah. Dia cuek saja meninggalkan pakaian kotornya dimana-dimana, bahkan lebih rela gelap-gelapan daripada mengganti bohlam yang sudah mati. Tolong beritahu saya bagaimana caranya agar dia mau ¨bergerak¨!

    Jawaban :

    :)

    Sepasangsuami isteri terutama hingga tahun ke lima dalam rumah tangga adalah masa yang sangat kritikal, masa penyesuaian. Dua insan dari dua keluarga berbeda, yang dibesarkan dengan gaya hidup dan sistem nilai berbeda, berusaha menyatukan dan menyeleraskan semua perbedaan demi sebuah komitmen hidup bersama dalam suka dan duka.

    Mungkin suami anda berasal dari keluarga dan sistem nilai yang lebih mementingkan pekerjaan, sedangkan perihal aspek beres-beres di rumah lebih banyak dikerjakan helper rumah tangga.

    Menjalankan pekerjaan rumah tangga, akan dirasakan seperti “beban tambahan” dalam hidup dia, dan dia tahu anda akan membantu menyelesaikannya hehehe :)

    Hal ini tidak bisa disalahkan, karena itu adalah gaya hidup dan sistem nilai yang telah terbiasa dia jalani selama hidup dia beberapa puluh tahun sebelum menikah.

    Apabila habit suami anda membuat anda terganggu, usulan saya seperti edisi-edisi manalyst terdahulu, adalah menjalin truthful communication. Disampaikan saja permasalahannya secara baik-baik, mendengarkan concern dari kedua belah pihak dan dibahas solusi baiknya secara dewasa. Ajaklah pasangan untuk mengerjakan hal seputar beres-beres rumah menjadi “kegiatan bersama untuk mempererat kedekatan dan keharmonisan”.

    Untuk “memotivasi” pasangan agar tertarik mengerjakan “beban tambahan” adalah memberikan motivasi seperti “rewards” di awal-awal masa pembiasaan. Setelah kebiasaan terbentuk dan terbiasa, tentu saja “rewards” hanya perlu diberikan sesekali. Bentuk rewards bisa sesuai dengan kreatifitas Mbak :)

    Sedikit masukan, dalam universal law, law of attraction, pikiran dan perasaan kita adalah magnet yang sangat kuat yang bisa menarik apapun yang kita inginkan (love/positive) atau khawatirkan (fear/negative). Maka apabila kita meng-investasi-kan pikiran dan perasaan kita di rasa terganggu (negative) dengan ke-cuek-an dia dalam masalah beres-beres rumah, hanya akan menarik kondisi/kejadian rasa kesal (atau terganggu) yang berikut dan berikutnya lagi dari kebiasaan pasangan kita.

    What you resist, persist.

    Sehingga akan lebih baik apabila mencoba untuk mereleased rasa terganggu anda dan ubah menjadi positive feeling. Dan rasa terganggu kita akan “kebiasaan” dia pun sedikit demi sedikit akan memuai.

    Semoga sukses ya.

  • Pertanyaan :
    ¨Saya kerap melihat pacar saya curi-curi pandang pada perempuan2 cantik. Padahal saya sudah memberitahu dia betapa saya merasa buruk setiap kali dia melakukan itu, jadi kenapa dia masih saja melakukannya? Bagaimana saya dapat menghentikan kebiasaannya itu?¨

    Jawaban :

    Teman saya pernah bilang; Fer, cowok itu naturalnya pemburu dan terjebak dalam prinsip “the grass is always greener on the other side of the fence”, mungkin pendapat teman saya ada benarnya, namun saya tidak bisa membenarkan pernyataan itu ataupun mengeneralisasi bahwa pria demikian adanya :)

    Menurut saya selama hal itu tidak mengganggu anda biarkan saja, namun tetap komunikasikan perihal perasaan, ketidaksukaan dan prinsip anda terhadap kebiasaannya. Atau bisa dicoba test , membahas aspek apa yang disukai apabila ada wanita cantik yang sedang diliriknya. At least kita belajar tentang preference dia.  Atau Mbak bisa membahas kalau ada cowok ganteng lewat didepan anda berdua, sehingga Mbak bisa share bagaimana rasanya dibandingkan dari sisi fisik :)

    Ada baiknya Mbak luangkan waktu investasi ke arah menata diri  dan kepercayaan diri agar Mbak bisa merasa nyaman  dan cantik. Apabila Mbak cantik kan akan berguna buat Mbak sendiri, mungkin bisa mengurangi lirikan mata sang pacar atau siapa tau malah dapat pacar baru :)
    Beberapa hal positive bisa diperoleh apabila kita reframing persepsi Mbak dalam permasalahan ini, at least pacar Mbak normal karena masih melirik wanita cantik bukan pria manis. Dan anda adalah pacarnya saat ini kan? Maka, selamat, karena anda-lah yang terpilih dari sekian banyak hasil observasi curi-curi pandang pacar anda terdahulu :)
    Kebetulan saya baru saja menjalankan workshop khusus untuk wanita, mengenai seputar  hubungan mereka dan pria. Uniknya dari resume diskusi saya dengan mayoritas  peserta, diperoleh pandangan umum tentang aspek apa yang mereka cari dari para pria,yaitu :
    1.   Merasa dihargai (respect)
    2.   Merasa terlindungi dan emotionally secure
    3.   Penuh pengertian dan perhatian yang membuat wanita merasa special
    4.   Jujur, sopan dan setia
    5.   Selera humor
    6.   Kesamaan interest
    7.   Penampilan dan aspek fisik (tampan, tinggi, senyum manis, harum, rapi, dll).
    8.   Mau mendengarkan
    9.   Bisa menjadi pemimpin dan percaya diri
    10. Mapan secara financial

    Apabila dilihat dari hal di atas, maka dari nomor 1-4 teratas, memang aspek perasaan yang dihargai dan terlindungi menjadi hal utama yang dicari wanita dari pria. Hal ini berhubungan dengan pertanyaan Mbak.
    Sehingga menurut saya pengambilan keputusan apapun yang akan diambil Mbak, ada baiknya berdasar pada hal yang membuat Mbak merasa bahagia, terlindungi, emotially secure dan memperoleh respect dari pasangan anda.

    Be Happy ya Mbak.

  • Sebulan yang lalu saya diminta ikut serta sebagai pembicara dalam sebuah workshop yang mengkhususkan diri bagi wanita, terutama yang berhubungan dengan relationship dengan pria. Saya diminta untuk memberikan masukan dari sudut pandang pria terhadap materi dalam workshop ini.

    Saya sangat senang dan do appreciated bisa memperoleh kesempatan terlibat dalam workshop ini karena memberikan suatu gambaran baru akan relationship, bagaimana cara berfikir, bagaimana cara menghadapi perbedaan prinsip dan terutama sebuah pertanyaan baru, Apa yang dicari oleh wanita dari para pria untuk bisa menjadi pasangan ideal dalam membina hidup dan kehidupan.

    Pada saat workshop itu, saya menyempatkan diri berbicara dengan beberapa peserta dan diperoleh sebuah benang merah yang hampir sama tentang pria seperti apa yang dicari. Dan semenjak itu, terkadang pertanyaan ini selalu saya sampaikan apabila saya bertemu dengan sahabat wanita atau bahkan rekan yang saya jumpai dalam kegiatan bisnis dan sehari-hari.

    Uniknya dari hasil diskusi dengan para peserta seminar dan juga hasil beberapa survey kecil-kecilan ini, , diperoleh pandangan umum tentang aspek apa yang wanita indonesia cari dari para pria,yaitu :

    1. Merasa dihargai (respect)
    2. Merasa terlindungi dan emotionally secure
    3. Penuh pengertian dan memberi perhatian yang membuat wanita merasa special
    4. Jujur, sopan dan setia (sehingga memberi rasa aman saat pasangan bekerja)
    5. Selera humor
    6. Kesamaan interest (bisa berbagi waktu dan kegiatan yang sama-sama disukai)
    7. Penampilan dan aspek fisik (tampan, tinggi, senyum manis, harum, rapi, dll).
    8. Mau mendengarkan
    9. Bisa menjadi pemimpin dan percaya diri
    10. Mapan secara financial

    Wow, sebuah hal yang menarik, dimana rasa dihargai, aman dan perhatian menjadi hal yang utama bagi wanita indonesia. Hasil ini tidak memberikan kesimpulan atau gambaran umum, karena berdasarkan diskusi dan sample dari beberapa orang dan teman yang saya jumpai, sehingga tidak menjamin berapa tingkat kepercayaan atau sebaran secara statistik. Namun cukup bagi saya pribadi untuk memperoleh gambaran umum dari apa yang dicari wanita terhadap pria pasangannya.

    Well, gentlemen, the key is being tender, loving, care, being a goo leader and respect to our beloved partner.

    Tags: , , , , , ,

   

Recent Posts

Recent Comments

  • Mas Syaifuddin, acara ini merupakan acara rutin dari Gerakka...
  • Ingin gabung,gmn caranya? mksh.
  • TPDP mas...Tua Pasti Dewasa Pilihan , itulah yg sering diuca...
  • Terima kasih Mbak Marisa, semoga Mbak sehat, sukses dan baha...
  • Bagus banget mas.. Semua yang ditulis mas febri selalu menja...